MIRIS! Pemerintah Tak Kunjung Lakukan Perbaikan, Warga Terpaksa Perbaiki dari Galang Dana Sendiri | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 19 Maret 2021

MIRIS! Pemerintah Tak Kunjung Lakukan Perbaikan, Warga Terpaksa Perbaiki dari Galang Dana Sendiri

MIRIS! Pemerintah Tak Kunjung Lakukan Perbaikan, Warga Terpaksa Perbaiki dari Galang Dana Sendiri

MIRIS-Pemerintah-Tak-Kunjung-Lakukan-Perbaikan-Warga-Terpaksa-Galang-Dana-Sendiri

DEMOCRAZY.ID - Akses jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tepatnya di Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Lebak sangat memprihatinkan.


Karenanya, puluhan warga Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur swadaya memperbaiki jalan menuju kawasan Taman Nasionl Ujung Kulon (TNUK).


Untuk membeli material semen, pasir, dan batu mereka melakukan penggalangan dana agar dapat mengecor jalan yang kerap kali mengakibatkan kecelakaan.


Upaya itu terpaksa dilakukan oleh masyarakat sekitar lantaran kondisi jalan tersebut rusak parah dan memprihatinkan.


Namun tak kunjung dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah ataupun pusat.


“Jalan ini belum tersentuh perbaikan dari Pemerintah. Sehingga kami memilih untuk swadaya dan ini sudah sering dilakukan,” kata Iip warga sekitar, Kamis (18/3/2021).


Warga lainnya, Muklis menjelaskan, swadaya masyarakat ini dilakukan untuk membantu meringankan beban pemerintah daerah ataupun pusat agar tidak terlalu besar mengeluarkan dana untuk memperbaiki jalan tersebut.


“Karena membangun jalan ini tidak akan cukup hanya dengan APB atau APBN kami berinisiatif melakukan iuran untuk membangun jalan ini agar tidak terjadi kecelakaan pengguna jalan karena saat ini kondisinya rusk parah,” ujarnya.


Ia berharap Pemerintah daerah ataupun pusat dapat segera turun tangan meneruskan pengerjaan swadaya masyarakat tersebut.


“Kami berharap dan terus menunggu baik dari pemda ataupun pusat dapat segera memperbaiki jalan ini, karena hingga saat ini itu hanya angan-angan,” tandasnya. [Democrazy/sra]