Langit di Atas Makkah dan Madinah Menjadi Merah Gelap, Seperti Nubuat dalam Alkitab? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 21 Maret 2021

Langit di Atas Makkah dan Madinah Menjadi Merah Gelap, Seperti Nubuat dalam Alkitab?

Langit di Atas Makkah dan Madinah Menjadi Merah Gelap, Seperti Nubuat dalam Alkitab?

Langit-di-Atas-Makkah-dan-Madinah-Menjadi-Merah-Gelap-Seperti-Nubuat-dalam-Alkitab

DEMOCRAZY.ID - Langit di atas Makkah dan Medinah berubah menjadi merah gelap pada 12 Maret lalu. 

Penyebabnya ialah badai pasir yang sangat kuat melanda wilayah Arab Saudi. 


Kabar tentang langit memerah di atas dua kota suci bagi umat Islam itu justru menjadi sorotan di Israel. 


Laman israel365news.com mengaitkan fenomena itu dengan nubuat di Alkitab Ibrani. 


Sebenarnya badai pasir bukan hal luar biasa di Arab Saudi. 


Namun, kali ini badai pasir tersebut menimbulkan kepanikan lantaran warga terkejut ketika udara di sekitar mereka berubah gelap kemerahan.


Badai yang dipicu angin berkecepatan 44 mil per jam dari arah barat daya itu menyebabkan jarak pandang kurang dari 50 meter. 


Pihak berwenang Saudi Arabia pun mengimbau warganya bertahan di dalam rumah. 


Pakar eskatologi Rabi Pinchas Winston menyebut fenomena itu merupakan bentuk campur tangan Tuhan. 


Pendeta Yahudi kelahiran Kanada tersebut meyakini peristiwa seperti itu bakal makin sering terjadi. 


"Pada tahap-tahap selanjutnya dari penebusan, campuran keajabian dan alam akan mencapai titik yang tidak bisa disangkal lagi," ujarnya.


Laman israel365news.com juga menukil Kitab Keluaran (Eksodus) 13:21. 


Bunyinya ialah Dan Hashem (Tuhan bagi bangsa Israel) berjalan di depan mereka dalam tiang awan pada siang hari untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. 


"Seiring waktu, peristiwa yang menunjukkan intervensi Tuhan dalam peristiwa duniawi akan menjadi lebih lazim," tulis israel365news.com menyitat Rabbi Pinchas Winston. [Democrazy/jpnn]