Jika Polisi Tak Autopsi Penembak Laskar FPI, Fix Ada Skenario Khusus Tragedi Penembakan KM 50! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 26 Maret 2021

Jika Polisi Tak Autopsi Penembak Laskar FPI, Fix Ada Skenario Khusus Tragedi Penembakan KM 50!

Jika Polisi Tak Autopsi Penembak Laskar FPI, Fix Ada Skenario Khusus Tragedi Penembakan KM 50!

Jika-Polisi-Tak-Autopsi-Penembak-Laskar-FPI-Fix-Ada-Skenario-Khusus-Tragedi-Penembakan-KM-50

DEMOCRAZY.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI meminta autopsi polisi penembak laskar FPI. 

Kabar yang beredar polisi yang dimaksud meninggal karena kecelakaan.


Nah TP3 Laskar FPI nggak polisi transparan membuka penyebab kematian si polisi. 


TP3 Laskar FPI penasaran si polisi penembak itu meninggal akibat sumpah mubahalah atau dihilangkan jejaknya.


Makanya TP3 mendesak polisi untuk buka transparan autopsi polisi tersebut.


Tidak Autopsi Penembak Laskar FPI, Artinya...


Ketua TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua mengatakan ada alasan kenapa kubunya meminta hasil autopsi tersebut.


Menurutnya, jika polisi tidak membuka autopsi itu maka jangan salahkan spekulasi liar bakal makin berkembang di publik.


“Jika polisi tidak lakukan maka hal itu menunjukkan polisi tidak profesional,” ujar Hehamahua, Jumat 26 Maret 2021.


Mantan penasihat KPK itu mengatakan jika polisi tidak membuka hasil autopsi polisi penembak laskar FPI itu, konsekuensinya bisa serius.


“Jika tidak lakukan autopsi, sekaligus ini membuktikan bahwa polisi menerapkan skenario khusus untuk mengaburkan proses penegakan hukum terhadap kasus pembunuhan 6 laskar FPI di KM 50,” jelasnya.


Kena Sumpah Mubahalah?


Ketua TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua menegaskan TP3 meminta polisi harus mengumumkan hasil autopsi dan menjelaskan detail kronologi kecelakaan yang dialami polisi penembak laskar FPI.


Membuka autopsi meninggalnya polisi penembak laskar FPI ini juga demi kebaikan Polri dan juga menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi agar kasus ini Polri wajib transparan dan hasilnya disampaikan ke publik.


Hehamahua mengatakan TP3 penasaran apakah polisi tersebut meninggal akidat sumpah mubahalah atau kecelakaan.


“Dari hasil autopsi dan detail kronologi kecelakaan maka saya dapat simpulkan bahwa kematian itu ada hubungannya dengan sumpah mubahalah yang dilakukan keluarga korban atau tidak,” jelas Hehamahua dalam keterangannya, Jumat 26 Maret 2021.


Nah dalam hal bukti autopsi tidak menunjukkan si polisi meninggal bukan dampak sumpah mubahalah, publik bisa saja berkesan si polisi penembak itu sengaja dihilangkan jejaknya.


Kalau sudah begini, maka publik akan curiga dan penasaran siapa sih yang menjadi otak pembunuhan si polisi penembak laskar FPI.


“Jika ternyata, hasil autopsi dan detail kronologi kecelakaan tidak ada hubungan langsung dengan sumpah mubahalah maka akan lahir kesan di masyarakat bahwa, meninggalnya orang tersebut dalam rangka menghilangkan jejak, siapa sebenarnya yang memberi komando pembunuhan tersebut,” kata dia. [Democrazy/hops]