Geger Puluhan Polisi Ramai-ramai Geruduk Polda Papua, Diduga Gak Terima Ada Tindakan Diskriminasi | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 15 Maret 2021

Geger Puluhan Polisi Ramai-ramai Geruduk Polda Papua, Diduga Gak Terima Ada Tindakan Diskriminasi

Geger Puluhan Polisi Ramai-ramai Geruduk Polda Papua, Diduga Gak Terima Ada Tindakan Diskriminasi

Geger-Puluhan-Polisi-Ramai-ramai-Geruduk-Polda-Papua-Diduga-Gak-Terima-Ada-Tindakan-Diskriminasi

DEMOCRAZY.ID - Video puluhan polisi demo di Polda Papua beredar di media sosial Facebook.

Video tersebut dibagikan oleh akun Buchtar Tabuni di grup Facebook Berita Papua Merdeka.


Dalam video itu, terlihat puluhan polisi orang asli Papua (OAP) melakukan aksi protes di aula Rastra Samara Polda Papua.


“Ini diskriminasi buat anak Papua,” teriak salah satu polisi, seperti terekam dalam video tersebut.


Pada video lainnya, tampak anggota polwan membeberkan alasan mereka melakukan aksi protes di Polda Papua.


Mereka protes karena kecewa dengan hasil seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 50 tahun anggaran 2021. 


Mereka menilai seleksi tersebut tidak adil dan diskriminatif.


Ia mengatakan, kuota untuk sekolah calon perwira dari Polda Papua sebanyak 169 orang. 


Namun polisi Papua yang lolos seleksi hanya 41 orang.


“Cuma yang sekarang kami pertanyakan, kami cuma 108 OAP, sedangkan dana yang diminta 150 untuk kami. Sekarang yang tembus 169 kuota Polda Papua. Dan yang tembus dari OAP hanya 41 orang,” ucapnya.


Polisi Papua meminta agar seleksi calon perwira dibatalkan saja dan otonomi khusus (otsus) dikembalikan.


Seleksi calon perwira melalui program Afirmasi Otsus Papua dilaksanakan untuk merekrut polisi dari OAP.


Jatah polisi OAP di wilayah Polda Papua yang berhak mengikuti pendidikan SIP sebanyak 150 orang. 


Namun dari hasil seleksi, anggota Polri OAP yang diterima hanya 41 orang.


Setelah melakukan aksi protes di Polda Papua, puluhan anggota Polri OAP ini kemudian bergerak menuju ke kediaman Wakil Gubenur Papua Klemen Tinal.


Para anggota Polri OAP tersebut meminta Wakil Gubenur Papua Klemens Tinal membatalkan program Afirmasi Otsus yang digunakan dalam seleksi SIP angkatan 50 tahun 2021.


Wakil Gubernur Papua Klemens Tinal mengatakan, Pemprov Papua tetap mendukung kemajuan putra-putri asli Papua yang merupakan anggota Polri untuk menempuh pendidikan perwira.


Menurutnya, Pemprov Papua telah melakukan MoU dengan Polda Papua terkait program Afirmasi Otsus Papua.


“Tetap dengan kepolisian (Polda Papua), kami mendukung penuh, apalagi kalau ada anak-anak Papua di kepolisian, tentu kita secara budgeting kami akan bantu. Nah ini kan MoU dengan Polda Papua tentang Afirmasi Otsus baru berjalan,” kata Wagub Papua.


“Kami mendukung sambil melihat progres yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua. Kita akan evaluasi kedepannya, semakin lama akan semakin baik,” ujarnya.


Klemens Tinal menuturkan, dana Afirmasi Otsus memang belum dikirimka ke Polda Papua, tetapi telah ada MoU.


“Dana kami belum kirim, secara fisiknya. Tapi MOU sudah. Sehingga memang nanti dari hasil ini seperti apa baru ditindaklanjuti dengan realisasi anggaran,” tutur Klemens Tinal.


Seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua Klemens Tinal, anggota Polri OAP ini langsung menuju ke kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe untuk melakukan pertemuan dengan orang nomor satu di wilayah Provinsi Papua. [Democrazy/pjst]


Berikut ini video polisi Papua melakukan aksi protes di Polda Papua: