Fakta Joki Balap yang Ditembak Kepalanya, Sering Kritik Aksi Judi Tembak Ikan di Lingkungannya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 29 Maret 2021

Fakta Joki Balap yang Ditembak Kepalanya, Sering Kritik Aksi Judi Tembak Ikan di Lingkungannya

Fakta Joki Balap yang Ditembak Kepalanya, Sering Kritik Aksi Judi Tembak Ikan di Lingkungannya

Fakta-Joki-Balap-yang-Ditembak-Kepalanya-Sering-Kritik-Aksi-Judi-Tembak-Ikan-di-Lingkungannya

DEMOCRAZY.ID - Kematian Muhammad Ridho Gufa (37 tahun), seorang joki balap liar yang tewas ditembak kepalanya oleh orang tak dikenal pada Minggu dini hari (28/3/2021), menyisakan duka lara bagi keluarga dan pihak yang ditinggalkan.

Semasa hidup, Ridho dikenal sebagai pribadi yang baik dan memiliki pergaulan luas. 


Ridho sebenarnya sudah lama berhenti menjadi joki balap liar. Belakangan ia lebih religius dan banyak mengikuti kegiatan keagamaan di masjid bersama para remaja masjid.


Di sela-sela itu, Ridho pun sering menyoroti perjudian tembak ikan dan ding-dong milik oknum tertentu yang beroperasi di lingkungan tempat tinggalnya.


Sejauh ini belum diketahui apakah hal tersebut berkaitan dengan pelaku yang menembaknya.


Hingga akhirnya, pada Sabtu malam (27/3/2021), selepas mengikuti perayaan Isra Miraj, ia dibujuk oleh sejumlah temannya untuk menjadi joki balap liar.


Tak mau mengecewakan teman-temannya yang sudah membujuknya, Ridho pun lantas mengiyakan ajakan mereka.


Saat sedang memanaskan mesin sepeda motor yang tungganginya dalam balapan liar tersebut, sekonyong-konyong seorang yang tak dikenal menembaknya dari belakang, dan ia pun roboh seketika.


Paman korban, Sulaiman, mengaku sempat mengira bahwa Ridho meninggal karena kecelakaan dalam balapan liar tersebut.


"Rupanya pas kami datangi lokasi, dia ditembak kepalanya. Dia belum sempat balap liar pun," kata Sulaiman.


Penembakan ini terjadi di Jalan Yos Sudarso KM 13, persis di depan SPBU Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, pada Minggu dini hari (28/3/2021), sekitar pukul 02.00 WIB.


Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggal Ridho.


Ridho, yang malam itu mengenakan batik warna merah, ditembak di bagian belakang kepala, hingga peluru menembus keningnya. Ia roboh seketika.


Saat ini, pihak kepolisian setempat memeriksa sejumlah saksi, antara lain Aditia Prayoga (20 tahun), Mahatir Alvin (24 tahun), Sugeng (35 tahun), dan Aldo Lazio (20 tahun).


Berdasarkan keterangan dari para saksi, sebelum terkena tembakan, Ridho sedang ikut balapan liar bersama beberapa temannya. Syahdan, tiba-tiba terdengar dua kali suara tembakan, dan Ridho langsung tewas di tempat.


Kepala Ridho berlumuran darah saat ia roboh di jalan. Orang-orang mengerumuninya dengan perasaan ngeri.


Dari olah TKP Polres Pelabuhan Belawan, ditemukan beberapa barang bukti, yakni satu sepeda motor jenis Yamaha RX King hitam lis merah coklat, dan dua selongsong pelurun kaliber 9 mm.


Kini jasad Riho telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, Polres Pelabuhan Belawan masih terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku penembakan tersebut. [Democrazy/idz]