FPI Selalu Dikaitkan dengan Aksi Teror, Munarman Geram: Framing Terus agar Kami Dilabeli Teroris! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 30 Maret 2021

FPI Selalu Dikaitkan dengan Aksi Teror, Munarman Geram: Framing Terus agar Kami Dilabeli Teroris!

FPI Selalu Dikaitkan dengan Aksi Teror, Munarman Geram: Framing Terus agar Kami Dilabeli Teroris!

FPI-Selalu-Dikaitkan-dengan-Aksi-Teror-Munarman-Geram-Framing-Terus-agar-Kami-Dilabeli-Teroris

DEMOCRAZY.ID - Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan ditangkapnya empat orang terduga teroris di Condet oleh Densus 88 menyeret nama organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Menanggapi hal tersebut, Munarman membantah keras perihal FPI ada kaitan dengan aksi teror yang terjadi belakangan ini.


Munarman menyebutkan bahwa hal tersebut hanyalah operasi media besar yang bertujuan untuk menyudutkan FPI.


Bahkan, Munarman tak segan menuding bahwa hal ini dilakukan untuk melegalisasi kasus pembunuhan terhadap enam laskar FPI pada 7 Desember 2020 silam.


Hal itu disampaikan Munarman saat diwawancarai stasiun TV yang diunggah oleh faktakini.net.


"Ini ada operasi media besar-besaran dan sistematis, untuk penggalangan opini publik dalam rangka memframing, menstigma, dan melabelisasi saya mau pun FPI agar diteroriskan," ujar Munarman, Selasa, 30 Maret 2021.


Menurut mantan Sekretaris Umum FPI ini, tujuan dari operasi tersebut ialah agar FPI dilabeli sebagai organisasi teroris.


Oleh karena itu, lanjutnya, pembunuhan-pembunuhan terhadap anggota FPI akan dianggap sah karena label teroris yang sudah tersematkan.


"Supaya kalau nanti saya mati ditembak di jalan, digerebek, orang bakal bilang; “Ya, udah lah, dia teroris juga, ga apa-apa”. Itu aja tujuan operasi media ini," tegasnya.


Diketahui sebelumnya, publik menyoroti ormas yang telah dibubarkan ini usai ditemukan atribut FPI yang berlogo Front Pembela Islam (FPI) dengan judul “FPI Amar Ma’ruf Nahi Munkar” saat penangkapan pelaku teror.


Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan anggota JAD yang dibaiat di Markas FPI. [Democrazy/trk]