Disindir Setengah Hati, PKS Bicara Koalisi dengan PDIP atau 2 Partai | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 18 Maret 2021

Disindir Setengah Hati, PKS Bicara Koalisi dengan PDIP atau 2 Partai

Disindir Setengah Hati, PKS Bicara Koalisi dengan PDIP atau 2 Partai

Disindir-Setengah-Hati-PKS-Bicara-Koalisi-dengan-PDIP-atau-2-Partai

DEMOCRAZY.ID - PKS kena sindir dalam bergerak di Pilpres lantaran selalu mengalah tidak bisa memajukan kadernya menjadi capres atau cawapres. 

Selain itu PKS juga dinilai cuma menjalankan proses kandidat setengah hati di tiap Pilpres, selalu banyak figur tapi akhirnya kader andalan PKS nggak bisa menjadi capres atau cawapres gitu. 


Kenapa pula PKS koalisi PDIP dan partai besar lain.


Menjawab hal ini, elite PKS mengatakan bisa saja skema PKS berkoalisi dengan PDIP, Gerindra atau Golkar. 


Bagaimana skema PKS koalisi dengan PDIP dan dua parai besar lainnya.


Koalisi dengan PDIP, Kalau Nggak Rumit


Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, M Sohibul Iman merasa tergelitik oleh proses kandidat setengah hati yang selama menjad nasib PKS.


Menurutnya sindiran itu ada benarnya. Dengan kekuatan perolehan Pemilu 8,12 persen dan punya banyak figur, sudah saatnya kok PKS ini bisa percaya diri memajukan kadernya menjadi capres atau cawapres.


“Ke depan PKS harus punya kejelasan masalah ini, PKS punya figur yang diperjuangkan, PKS siap, tapi terus membincangkan mekanisme kandidasisepenuh hati dan mesti lebih awal. Ini PR kita bersama,” kata dia dalam diskusi Rakernas PKS dikutip dari PKS TV, Kamis 18 Maret 2021.


Sohibul mengatakan jika PKS bisa menyetor kadernya sendiri untuk bisa menjadi capres atau cawapres maka PKS bisa memainkan perannya lebih maksimal dan bisa memoroti pembentukan satu poros politik.


Nah bicara skema menjadi motor poros politik di Pilpres 2024, Sohibul mengatakan calon mitra koalisinya yakni tiga partai besar.


“PKS bisa membangun salah satu poros. PKS bisa berkoalisi dua partai, hanya dengan tiga partai, PDIP, Golkar, Gerindra. Kalau di luar ketiganya, mesti koalisi tiga partai. Ini lebih rumit lagi, kan jabatannya ada capres cawapres, cawapresnya ngak ada dua, berarti ada yang nggak dapat,” jelasnya.


Namun demikian, Sohibul memastikan PKS bakal terus membangun komunikas dengan parpol lainnya supaya poros politik tidak menjadi tunggal di Pilpres berikutnya.


“Kita ingin koalisi bukan yang sudah mendekati fix seperti PDIP dan Gerindra, tapi muncul poros lain,” katanya.


Untuk bisa menjadi motor poros politik, Sohibul sepakat partai dakwah ini mesti percaya diri jika di internal partai sudah bisa menunjuk kader untuk menjadi capres atau cawapres.


Tiga Poros


Sedangkan pengamat politik Gun Gun Heryanto mempredksi Pilpres 2024 akan muncul tiga poros besar.


Pertama poros PDIP dan Gerindra. Poros ini sudah cukup melaju untuk mencalonkan presiden dengan total suara nasional 31 persen.


Poros Kedua, kata Gun Gun, mestinya adalah poros yang dimotori PKS. Dengan modal suara 8,21 persen pastinya PKS butuh mitra koalisi.


“Kalau komposisinya Partai Demokrat atau PAN, motor kedua itu harusnya PKS dengan motor gerakan munculkan poros,” kata dia.


Poros ketiga, yakni dari koalisi partai pendukung pemerintah yakni poros Golkar, Nasdem.


“2024 itu potensi 3 pasang calon, itu kalau presidential threshold-nya 25 persen kursi DPR seperti yang berlaku saat ini,” jelas Gun Gun. [Democrazy/hps]