DNC Akhirnya Buka Suara Soal Pengemudi Porsche Ugal-ugalan dengan Pengawalan Dishub | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 15 Maret 2021

DNC Akhirnya Buka Suara Soal Pengemudi Porsche Ugal-ugalan dengan Pengawalan Dishub

DNC Akhirnya Buka Suara Soal Pengemudi Porsche Ugal-ugalan dengan Pengawalan Dishub

DNC-Akhirnya-Buka-Suara-Soal-Pengemudi-Porsche-Ugal-ugalan-dengan-Pengawalan-Dishub

DEMOCRAZY.ID - Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya menilang pengemudi mobil sport Porsche yang disebut ugal-ugalan. Day & Night Crew (DNC) memberikan klarifikasi.

Kejadian itu terjadi pada Jumat (12/3/2021). Saat itu, DNC mengadakan konvoi sebanyak 25 mobil menuju Aston Hotel di Sentul, Bogor.


"Kami menyadari adanya konvoi ini berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, oleh karena itu kami minta kepada teman-teman dari dinas perhubungan, polisi militer, juga pengawalan khusus untuk mengawal kami supaya kami tidak terjebak dalam satu situasi ugal-ugalan," ujar salah satu member DNC, Gema Goeyardi, dalam media sosial DNC @dnc_carclub, Senin (15/3/2021).


Namun, saat di jalan, barisan konvoi yang berada di belakang terputus dengan barisan depan. 


Saat barisan konvoi yang tertinggal itu berusaha menyusul, PJR Polda Metro Jaya menyetopnya.


"Teman kami (Steven) disetop oleh kasat dari PJR, di sinilah saya sebagai saksi melihat ada potensi salah paham, dan salah paham itu sudah berakhir dengan diberikan surat tilang, dengan dugaan pelanggaran kecepatan lalu lintas," terang Gema.


Gema membantah bahwa member DNC ugal-ugalan. 


Pasalnya, jalan yang dilalui member DNC mengalami kepadatan sehingga tak mungkin ugal-ugalan.


"Apabila Anda berada di Tol Jagorawi, Anda akan melihat kurang-lebih (pukul) 08.30 pagi macet sekali karena hari Jumat, dan tidak mungkin kita bisa lebih dari 100 km per jam. Oleh karena itu, dengan adanya publikasi bahwa club car ini melakukan ugal-ugalan di jalan, izinkan kami dengan rendah hati, dan kakanda kita yang sudah mengarahkan, menyatakan berita itu tidak benar, tidak benar adanya kami melakukan driving ugal-ugalan karena kami sudah diarahkan, dan kami konsepnya liburan, bukan balapan," tutur Gema.


Dalam kesempatan yang sama, DNC juga menghadirkan koordinator pengawal, Rino. 


Rino menyebut pihak yang mengawal berasal dari berbagai instansi.


"Ada dari polisi militer dan dishub, tadi juga ada walsus (pengawalan khusus), namun pada dasarnya, saya pun posisinya agak di belakang, di awal kita berangkat, kita sudah briefing mengenai kecepatan, kepatuhan lalin, semua sudah kita arahkan," ucap Rino.


Rino membenarkan kondisi lalin saat itu sempat macet. 


Ia mengkonfirmasi ada rombongan yang terputus.


"Memang rombongan paling belakang sempat terputus, mungkin kawan-kawan kita yang di lapangan maupun petugas juga tidak melihat kita sudah berikan bantuan untuk memperlancar dan supaya kita tertib di jalan," terangnya.


Sebelumnya, Kasat Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan penindakan itu berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas.


"Ya etika berlalu lintasnya kurang, sama ngebut ya. Itu kan nyalip di kiri, nyalip di kanan, itu kan berkendara yang membahayakan kendaraan lain," kata Akmal saat dimintai konfirmasi, Sabtu (13/3/2021).


Akmal mengatakan ada petugas Dishub yang mengawal kendaraan tersebut. 


Akmal menyebut petugas Dishub tak dibenarkan memberi pengawalan.


"Ya mereka dikawal sama Dishub dan sebenarnya nggak boleh. Entah gimana itu kayaknya rombongan ketinggal, tapi maju semua. Saya saja disalip kiri, disalip kanan sama mereka. Akhirnya salah satu dari mereka saya hentikan. Saya tilang," terang Akmal.


"Kok Dishub yang mengawal? Akhirnya yang di belakang keteteran, jadi mereka menggunakan lajur satu dan dua. Namanya dikawal kan harus sejalur," sambung dia. [Democrazy/dtk]