Blak-blakan, Mantan BIN Beberkan "Sosok Teroris" Paling Dicari di Indonesia | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 30 Maret 2021

Blak-blakan, Mantan BIN Beberkan "Sosok Teroris" Paling Dicari di Indonesia

Blak-blakan, Mantan BIN Beberkan "Sosok Teroris" Paling Dicari di Indonesia

Blak-blakan-Mantan-BIN-Beberkan-Sosok-Teroris-Paling-Dicari-di-Indonesia

DEMOCRAZY.ID - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'ad Said Ali membeberkan bahwa teroris yang saat ini paling dicari di Indonesia adalah Saefullah.

Hal itu disampaikan As'ad Said Ali merespons peristiwa aksi teroris yang terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


As'ad pun memastikan bahwa kelompok yang bermain di belakang aksi bom Makassar adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


"JAD ini bagian dari ISIS, dan mereka sudah tersebar, baik di Makassar, Jakarta, Bekasi. Jadi walau kejadian (bom)-nya di Makassar, rentetannya saling berhubungan dengan yang lain," ujar As'ad saat tampil di tayangan Apa Kabar Indonesia, seperti dilihat pada Selasa 30 Maret 2021.


Ia pun lantas menyebut nama Saefullah. Menurutnya, Saefullah merupakan teroris yang paling dicari Indonesia saat ini.

 

As'ad juga menduga, Saefullah merupakan otak di balik rencana sejumlah aksi terorisme yang belakangan ini terjadi di Indonesia.


Selain Saefullah, kata As'ad, teroris lainnya yang juga dicari saat ini yakni Daniel atau Chaniago.


Menurutnya, saat ini BIN sudah memantau keberadaan teroris Saefullah. Dia tidak berada di Indonesia melainkan terpantau berada di Khurasan, Afghanistan.


"Dia ada di Khurasan sejak pasca kekalahan ISIS di Suriah. Mereka dikatakan langsung pecah kekuatannya dan saat ini kekuatan ISIS sudah mengarah ke suatu daerah yaitu Khurasan, Afganistan. Ini merupakan daerah abu-abu, daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh satu pemerintah. Itu sebabnya dia kuat di situ," tutur As'ad.


Mengutip Hops.id, berdasarkan data yang dihimpun Saefullah sempat bekerja sebagai penjaga perpustakaan Ponpes Ibnu Mas’ud yang ditutup pada 2017.


Teroris paling dicari di Indonesia tersebut dipercaya memiliki simpul jaringan dari Afghanistan, Filipina, hingga Indonesia.


Nama Saefullah juga sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak lama.


Karo Penmas Humas Mabes Polri, Brigadir Jendral Dedi Prasetyo juga sempat mengatakan bahwa peran Saefullah terungkap setelah kepolisian menangkap teroris Novendri di Kota Padang, Sumatera Barat pada 8 Juli 2019 lalu.


"Untuk Novendri ini ada pengendalinya, master mind-nya bernama Saefullah. Untuk yang bersangkutan (Saefullah) sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88. Dia yang memberi uang kepada Novendri untuk diteruskan ke kelompok-kelompok teroris di Indonesia," ujarnya. [Democrazy/trk]