Banyak Kebijakan Kontroversial hingga Hutang Capai Rp 6 Ribu T, Refly Harun: Jokowi Bagian dari Keterpurukan Ini! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 22 Maret 2021

Banyak Kebijakan Kontroversial hingga Hutang Capai Rp 6 Ribu T, Refly Harun: Jokowi Bagian dari Keterpurukan Ini!

Banyak Kebijakan Kontroversial hingga Hutang Capai Rp 6 Ribu T, Refly Harun: Jokowi Bagian dari Keterpurukan Ini!

Banyak-Kebijakan-Kontroversial-hingga-Hutang-Capai-Rp-6-T-Refly-Harun-Jokowi-Bagian-dari-Keterpurukan-Ini

DEMOCRAZY.ID - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun kembali membahas soal wacana presiden tiga periode di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Refly Harun menanggapi pernyataan Arief Poyuono yang sengaja mencari simpati kepada Jokowi dengan mendukung wacana presiden 3 periode.


Dirinya berharap agar Arief Poyuono tidak membuat orang-orang di seputar kekuasaan Jokowi mengubah konstitusi sehingga membiarkan untuk maju dalam tiga periode.


"Jangan sampai kemudian godaan Arief Poyuono ini mengilhami orang-orang di seputar kekuasaan Jokowi untuk mengubah konstitusi dan membiarkan Jokowi untuk menjabat ketiga kalinya," ujar Refly, dikutip dari akun Youtube, Senin (23/2/201).


Sebab menurutnya, Jokowi bisa maju menjadi tiga periode apabila semua partai diborong.


"Kalau head to head kembali, semua partai diborong hanya menyisakan satu calon penantang ya sangat mungkin," katanya.


Kemudian, menurut Refly masih banyak orang yang lebih hebat dari Jokowi saat dalam kondisi ingin menjadi presiden.


"Banyak orang yang jauh lebih hebat dari Jokowi saat dalam kondisi ingin menjadi presiden. Bahkan dari pengalaman, tingkat pendidikan, dan sebagainya," ungkapnya.


Lebih lanjut, Refly pun membahas soal kebijakan selama pemerintahan Presiden Jokowi yang dianggap mengalami keterpurukan. Bahkan, Refly menyebut Jokowi bagian dari keterpurukan.


"Presiden Jokowi sendiri yang merupakan bagian dari keterpurukan kalau kita lihat dari utang yang mencapai Rp 6 ribu triliun misalnya," ujarnya.


Menurutnya, selama kurang lebih tujuh tahun Jokowi menjabat sebagai presiden, kebijakan yang dibuat mengalami penurunan.


Refly menyebut untuk pemberantasan korupsi menunjukkan tren yang buruk lantaran indeks presepsi korupsi menurun.


Selanjutnya, indeks demokrasi dan kebebasan mengalami penurunan. Begitu juga dengan kebijakan ekonomi yang menunjukkan penurunan selama pemerintahan Jokowi.


Hal inilah yang menurut Refly Harun perlu dipertimbangkan untuk menjadikan Jokowi sebagai presiden selama tiga periode.


Perlu diketahui, Arief Poyuono mengusulkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menambah masa jabatannya menjadi tiga periode.


Menurutnya, Jokowi tidak serta-merta langsung diangkat. Melainkan harus ikut kontestasi terlebih dahulu.


"Kata Pak Jokowi yang tahun lalu itu menampar, ya kan atau cari muka. Saya itu ketiga-tiganya. Saya memang mau menampar Pak Jokowi. Menjerumuskan Pak Jokowi, mau cari muka," kata Poyuono dalam diskusi daring di stasiun Radio, Sabtu (20/3/2021).


Arief Poyuono pun menjelaskan alasan dirinya mengusulkan Jokowi menambah masa jabatannya menjadi tiga periode.


"Kenapa saya mau menampar, agar dia (Jokowi) harus sadar bahwa dia adalah seorang pemimpin yang sangat diinginkan oleh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan Indonesia saat Covid-19," ungkapnya.


"Kemudian kenapa saya ingin menjerumuskan seorang Jokowi? Karena untuk menyelamatkan Indonesia," sambungnya.


Dia juga mengaku bahwa ia sengaja ingin mencari muka di depan Jokowi. Sebab, Jokowi masih dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.


"Kemudian saya memang mencari muka sebagai rakyat. Bahwa saya menunjukkan muka saya ke Jokowi, bahwa Pak Jokowi harus menyelamatkan negeri ini," tandasnya. [Democrazy/sra]