Banyak Dipertanyakan, Ini Alasan Anies Tak Kerahkan Robot Pemadam ke Matraman | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 25 Maret 2021

Banyak Dipertanyakan, Ini Alasan Anies Tak Kerahkan Robot Pemadam ke Matraman

Banyak Dipertanyakan, Ini Alasan Anies Tak Kerahkan Robot Pemadam ke Matraman

Banyak-Dipertanyakan-Ini-Alasan-Anies-Tak-Kerahkan-Robot-Pemadam-ke-Matraman

DEMOCRAZY.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pihaknya tak bisa menerjunkan dua robot pemadam kebakaran milik pemerintah provinsi lantaran kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Pisangan Baru III RT 3/RW 6, Matraman, Jakarta Timur, terjadi di gang yang sempit.

"Wah, ini tempatnya kecil sekali," kata Anies saat menyambangi lokasi kejadian, Kamis (25/3).


Namun demikian, Anies mengatakan Pemprov telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemadam kebakaran untuk menggalakkan sosialisasi. 


Khususnya, bagi warga di permukiman padat penduduk perihal dua penyebab utama kebakaran di DKI.


Anies mengaku berdasarkan laporan selama ini, penyebab kebakaran di DKI mayoritas akibat ledakan kompor gas dan korsleting listrik.


"Kita melakukan kampanye, ada Satgas, Gugus Tugas, di tiap-tiap kampung untuk mencegah kebakaran karena listrik dan kompor gas, karena dua itu penyebab utama kebakaran di Jakarta," jelas Anies.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) pada Februari 2020 lalu diketahui membeli dua mobil robot dengan harga Rp40 Miliar. 


Pertama Robotic Damkar MVF5-U3 seharga Rp32 miliar yang dibeli dari Kroasia dan LUF60 dengan harga Rp8 miliar dari Austria.


Saat dikonfirmasi terpisah, Humas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta Mulat Wijayanto mengaku fungsi dua robot pemadam kebakaran yang dibeli DKI itu digunakan mengantisipasi kebakaran di LRT, MRT, atau tempat-tempat yang dapat dijangkau oleh unit robot tapi berbahaya bagi petugas, sehingga petugas dapat melakukan pemadaman dari jauh.


Senada dengan Anies, Mulat pun mengaku timnya belum bisa menerjunkan dua robot itu sebab akses lokasi kejadian kebakaran yang berada di permukiman warga membuat medan sulit dilalui.


"Karena medan masuk ke TKP-nya yang sulit dilalui, makanya kita enggak mengerahkan robot itu," kata Mulat saat dihubungi, Kamis (25/3).


Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jakarta Timur sekitar pukul 04.20 WIB, Kamis (25/3). 


Sebanyak 15 jiwa tercatat menjadi korban insiden nahas ini, mereka terdiri atas 5 kepala keluarga (KK). 


Sebanyak 10 orang berasal dari 3 KK dan dinyatakan meninggal di tempat, sementara lima orang dari 2 KK berhasil selamat tanpa luka-luka.


Sepuluh jenazah korban tewas kebakaran yang telah diidentifikasi yakni Sri Mulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30), Nizan (1,5), Beni (42), Nova (40), Baeva (15), Fani (20) dan Ni Imam.


Seluruh jenazah tersebut akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon. 


Sementara dua keluarga yang terdiri atas lima orang yang selamat dari insiden lalapan si jago merah tersebut akan segera diberikan bantuan fasilitas tempat tinggal selama tiga pekan ke depan. [Democrazy/cnn]