Analisa Prediksi Pilpres 2024 Munculkan 3 Capres | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 25 Maret 2021

Analisa Prediksi Pilpres 2024 Munculkan 3 Capres

Analisa Prediksi Pilpres 2024 Munculkan 3 Capres

Analisa-Prediksi-Pilpres-2024-Munculkan-3-Capres

DEMOCRAZY.ID - Pemilihan presiden tahun 2024 mendatang akan memunculkan pasangan calon presiden berkontestasi merebut kursi RI 1.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Studies (Indostrategic) Akhmad Khoirul Umam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/3).


Kata Umam, saat ini masih banyak partai politik yang terjebak sikap pragmatis. Imbasnya, hanya memikirkan kemenangan dan tokoh yang diajukan tidak sesuai pasar politiknya.


Bahkan masalah prgmatisme itulah membuat pasangan yang berkontestasi hanya menjadi dua pasangan.


"Problemnya, banyak partai politik papan tengah yang cenderung bersikap pragmatis, asal menang, dan tidak memiliki tokoh publik yg marketable, maka mereka cenderung mengekor ke partai-partai besar," demikian kata Umam, Kamis (25/3).


Pada Pilpres 2024, analisa Umam PDIP akan memprioritaskan Puan Maharani untuk dijadikan capres. 


Alasan lainnya, Umam melihat PDIP akan belajar dari pilpres sebelumnya karena Joko Widodo sebagai petugas partai tidak sepenuhnya mentatati perintah partai.


Calon kedua, kata Umam Gerindra akan melirik Sandiaga Salahudin Uno. 


Meski demikian, maju tidaknya Sandiaga Uno ditentukan oleh sikap politik Prabowo.


Jika ternyata Prabowo maju bisa jadi dia akan berpasangan dengan Puan Maharani. 


Sedangkan, kandidat lain yang memungkinkan adalah Anies Bawedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.


"Anies-AHY bisa merepresentasikan kekuatan muda dan simbol regenerasi kepemimpinan nasional. Sedangkan Prabowo-Puan akan dipandang wakil mereka yang berpengalaman di pemerintahan," demikian analisa Umam.


Pengamatan Umam, Pilpres 2024 akan ditentukan oleh sikap Golkar dan PKB. Meski Golkar dan PKB kerap bergabung dengan koalisi besar, peta 2024 akan lebih mungkin memunculkan peluang bahwa calon kuat bukan berarti yang berasal dari koalisi partai besar.


"Pilpres 2024 akan merujuk kembali pada 2004 & 2014, dimana kekuatan koalisi besar tidak menjamin  Capres-Cawapresnya terpilih, jika memang tidak connect dengan harapan rakyat," demikian kata Umam. [Democrazy/rml]