Anak Gak Ada Otak! Mahasiswa S2 Ini Berulang Kali Siksa Ibu Kandungnya, Selangkangan Dipukul Gembok | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 18 Maret 2021

Anak Gak Ada Otak! Mahasiswa S2 Ini Berulang Kali Siksa Ibu Kandungnya, Selangkangan Dipukul Gembok

Anak Gak Ada Otak! Mahasiswa S2 Ini Berulang Kali Siksa Ibu Kandungnya, Selangkangan Dipukul Gembok

Anak-Gak-Ada-Otak-Mahasiswa-S2-Ini-Berulang-Kali-Siksa-Ibu-Kandungnya-Selangkangan-Dipukul-Gembok

DEMOCRAZY.ID - Andy Koh Ju Hua, seorang mahasiswa S2 siksa ibu sendiri. Bahkan mahasiswa S2 pukul selangkangan ibu kandung pakai gembok besi.

Mahasiswa S2 itu berusia 30 tahun. Andy Koh Ju Hua siksa ibunya yang berusia 68 tahun di rumahnya bertahun-tahun.


Mengutip The Straits Times. Andy Koh Ju Hua siksa ibu karena stres dengan tugas-tugas kampus.


Kini anak siksa ibu itu diadili, Selasa 16 Maret 2021 lalu di Singapura. 


Andy Koh Ju Hua mengaku bersalah atas empat tuduhan secara sengaja melukai ibunya.


Andy Koh Ju Hua juga mengaku memukul wajah sang ibu dan menggunakan tempurung lututnya untuk memukul alat kelamin perempuan yang telah melahirkannnya itu.


Selain itu, ada berbagai tindakan kekerasan fisik lainnya yang dilakukan anak durhaka itu kepada ibunya.


Pengadilan juga mendengarkan, Andy tidak mengizinkan ibunya mandi atau membuat keributan di rumah.


Perempuan tua itu beberapa kali melarikan diri untuk mencari perlindungan bersama anggota keluarga lainnya.


Perempuan itu juga dirawat di rumah sakit dan bahkan ditempatkan di rumah yang aman. Akan tetapi, setiap itu pula Andy berkeras untuk mengembalikan ibunya ke rumah.


Ibu itu awalnya menolak untuk membuat laporan polisi karena dia tidak ingin membahayakan masa depan putranya.


Pengadilan akan menyidangkan kembali kasus Koh pada 23 Maret.


National University of Singapore (NUS), tempat Andy kuliah, menyatakan pria itu sudah tidak tercatat lagi sebagai mahasiswa di kampus itu.


Juru bicara universitas mengatakan, dia adalah seorang mahasiswa pascasarjana dan mengambil cuti sejak Agustus 2019.


Akan tetapi, dia tidak kembali lagi melanjutkan studinya setelah cuti berakhir dan status kemahasiswaannya dihentikan pada Januari tahun ini. [Democrazy/sra]