Aktivis Politik: Ada Peran Ahok Gusur Tanah Warga Pancoran untuk Pertamina | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 19 Maret 2021

Aktivis Politik: Ada Peran Ahok Gusur Tanah Warga Pancoran untuk Pertamina

Aktivis Politik: Ada Peran Ahok Gusur Tanah Warga Pancoran untuk Pertamina

Aktivis-Politik-Ada-Peran-Ahok-Gusur-Tanah-Warga-Pancoran-untuk-Pertamina

DEMOCRAZY.ID - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempunyai peran menggusur lahan milik warga Pancoran, Jakarta Selatan secara kekaerasan yang akan digunakan anak perusahaan Pertamina, PT PTC. 

Saat ini Ahok menjabat komisaris utama Pertamina.


“Menggusur lahan warga Pancoran oleh Pertamina tidak dilepaskan kelakuan Ahok. Saat ini Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina,” kata aktivis politik Rahman Simatupang, Jumat (19/3/2021).


Menurut Rahman, Ahok selalu melakukan pendekatan kekerasan terhadap warga ketika ada sengketa lahan. 


“Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok juga melakukan penggusuran dengan kekerasan,” paparnya.


Kata Rahman, Pertamina melakukan kekerasan saat melakukan penggusuran lahan dengan kekerasan karena merasa berada di kekuasaan. 


“Pola yang dilakukan Ahok saat menjadi Gubernur DKI sama ketika menjadi Komisaris Utama Pertamina,” jelas Rahman.


Pada 11 Januari 2021, pihak PT Pertamina mendatangi pemukiman warga Pancoran, Jakarta Selatan untuk menyampaikan bukti kepemilikan lahan oleh PT PTC sebagai dalih penggusuran. 


Namun pihak korporasi tidak menunjukkan Surat Peringatan Penggusuran ketika diminta warga. 


Korporasi berdalih aktivitas tersebut bukan penggusuran, melainkan pemulihan aset negara.


Sejak itu, area pemukiman warga dipasangi plang bertuliskan ‘tanah dan/atau bangunan ini milik PT Pertamina’ dan ‘rumah ini harus dikosongkan’. 


Padahal, warga merasa belum menyepakati apapun dengan korporasi.


Karena tak kunjung berpindah dari area pemukiman, beberapa hari kemudian PT Pertamina bersama 30 anggota organisasi masyarakat berseragam dan preman datang dengan palu penghancur, gergaji mesin, dan satu unit eskavator. Mereka berniat meratakan rumah warga.


Warga tak lantas tinggal diam. Mereka berupaya menghalangi penggusur. 


Kericuhan sempat terjadi, namun dilerai oleh aparat kepolisian. [Democrazy/suaranas]