Ade Armando Minta Amien Rais, HRS dan Din Tanggung Jawab Soal Tragedi Bom Makassar, Kenapa? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 31 Maret 2021

Ade Armando Minta Amien Rais, HRS dan Din Tanggung Jawab Soal Tragedi Bom Makassar, Kenapa?

Ade Armando Minta Amien Rais, HRS dan Din Tanggung Jawab Soal Tragedi Bom Makassar, Kenapa?

Ade-Armando-Minta-Amien-Rais-HRS-dan-Din-Tanggung-Jawab-Soal-Tragedi-Bom-Makassar-Kenapa

DEMOCRAZY.ID - Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando menyebut nama Amien Rais, Din Syamsuddin, dan Habib Rizieq Shihab saat menyinggung kasus bom bunuh diri di Makassar.

Melalui video yang diunggah kanal YouTube Cokro TV, Ade Armando secara terang-terangan menyebut bahwa ketiga harus bertanggung jawab atas tragedi yang memilukan dan mengerikan itu.


Menurut Ade, para pelaku bom bunuh diri di Makassar merupakan korban yang terperdaya oleh narasi-narasi yang diciptakan ketiga tokoh tersebut.


Lebih jauh, Ade menilai ketiga tokoh ini menyebar narasi bahwa umat Islam di Indonesia sedang tertindas.


"Orang seperti Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, Din Syamsuddin, adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas terorisme. Mereka tentu bukanlah orang yang memerintahkan bom bunuh diri," beber Ade, Rabu, 31 Maret 2021.


"Tapi mereka lah yang membangun narasi bahwa umat Islam di Indonesia di bawah penindasan dan kezaliman," imbuh Ade.


Lebih jauh, Ade mempertanyakan apakah d umat Islam di Indonesia sedang tertindas, sehingga para jihadis merasa berkewajiban untuk membunuhi non muslim dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.


Menurut Ade, pemuka agama terus menerus membangun narasi untuk melawan karena merasa tertindas sedemikian rupa.


Bahkan, ajaran tersebut disebarkan di berbagai kalangan dan usia.


"Tapi masalahnya ada pemuka agama Islam yang terus membangun narasi ‘kita lawan mereka’. Ini bahkan diajarkan di sekolah-sekolah dasar, menengah, sampai ke universitas. Ini terus diinjeksikan di pengajian, masjid, sampai mimbar Jumat, tabligh akbar, dan juga media sosial." beber Ade Armando.


Ade Armando menganggap jika narasi melawan 'musuh' terus digaubgkan, maka umat Islam di Indonesia akan tumbuh dengan penuh kebencian.


Oleh karena itu, Ade Armando menilai slogan persaudaraan umat Islam yang seharusnya membawa kedamaian, justru menjadi senjata yang menghancurkan non muslim.


Beberapa contoh yang diberikan oleh Ade yang merasa tidak memberikan keadilan bagi non muslim ialah pembangunan gereja, penolakan pemilihan kepala daerah beragama Kristen, atau pelarangan aplikasi injil berbahasa daerah.


"Itu semua tindakan berbahaya walau tidak memakan korban fisik," jelasnya.


Oleh karena itu, Ade kembali mengungkapkan bahwa ketiga tokoh tersebut harus bertanggungjawab akan hal tersebut.


Meski mereka tak setuju dengan aksi bunuh diri, tapi ketiga orang ini menurut Ade membagikan tujuan yang sama.


"Orang seperti Din, Rizieq, Amien mungkin tidak setuju dengan aksi bunuh diri itu. Namun, mereka menshare tujuan yang sama. Karena itulah dibutuhkan mindset bahwa umat Islam di Indonesia tidak sedang ditindas. Wacana ini yang harus dibongkar," bebernya. [Democrazy/trk]