-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Usai Sidang, Abu Janda Akui Dirinya Memang Kader NU, Tapi...

Usai Sidang, Abu Janda Akui Dirinya Memang Kader NU, Tapi...

Usai-Sidang-Abu-Janda-Akui-Dirinya-Memang-Kader-NU-Tapi

DEMOCRAZY.ID - Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda mengakui dirinya kader dari Nahdlatul Ulama dan aktif sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Namun demikian, Abu Janda menyatakan bahwa segala macam pernyataan yang dikeluarkan di media sosial merupakan ranah pribadi dan tidak bersinggungan dengan ormas tertentu.


"Saya memang anggota banser, saya memang kader NU. Tapi kan saya setiap membuat konten sebenarnya tidak pernah bawa-bawa atribut," kata Abu Janda kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/2).


Dia pun menerangkan bahwa setiap membuat konten dirinya selalu mengenakan atribut-atribut khas dirinya, seperti blangkon dan baju lurik.


Dia memastikan bahwa konten-konten tersebut tidak pernah bersinggungan dengan ormas agama Islam tertentu.


"Tapi karena mungkin sudah nempel gitu loh citra itu akhirnya kebawa-bawa," tambah dia.


Sebagai informasi, cuitan Abu Janda terkait 'Islam agama Arogan' menjadi kontroversi dalam beberapa waktu terakhir.


Dia pun dilaporkan ke polisi usai mencuitkan hal tersebut di akun twitter pribadinya @permadiaktivis1.


"Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany," kicaunya lewat akun @permadiaktivis1, Senin (25/1).


Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) 2010-2015, Nusron Wahid menilai sikap Abu Janda tak mencerminkan sikap kader NU meski sudah sempat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar).


Kemudian, mantan Wakil Ketua Umum PBNU As'ad Said Ali menyebutkan bahwa Abu Janda sebagai penyusup di tubuh NU. Bahkan, provokasi Abu Janda merusak organisasi tersebut.


Begitu dicek, kata As'ad, ternyata tidak ada rekomendasi dari cabang atau wilayah Ansor/Banser yang sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi. [Democrazy/cnn]