-->

Breaking

logo

Jumat, 19 Februari 2021

Soal Persaingan Anies vs Risma di Pilgub DKI, Politisi PDIP Komentar Begini

Soal Persaingan Anies vs Risma di Pilgub DKI, Politisi PDIP Komentar Begini

Soal-Persaingan-Anies-vs-Risma-di-Pilgub-DKI-Politisi-PDIP-Komentar-Begini

DEMOCRAZY.ID - Nama Tri Rismaharini atau Risma selaku Menteri Sosial (Mensos) disebut-sebut mengancam Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara politik dalam rilis survei Pilgub DKI Jakarta. PDI Perjuangan (PDIP) justru tak ingin jumawa, segala sesuatunya dinilai dapat berubah di 2024.

"Semua bisa berubah. Pilkada 2024 masih jauh," kata politisi PDIP, Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).


Interval menuju 2024 menurut Hendrawan tak perlu disesaki dengan ketegangan. 


Sebab, menjangkau menuju tahun itu terbilang masih lama.


"Tidak relevan bersitegang untuk sesuatu yang masih jauh dari jangkauan. Lembaga survei rajin mendorong-mendorong agar 2022 dan 2023 tetap ada pilkada," ucapnya.


Hendrawan kemudian memberikan ungkapan filsuf Yunani, Seneca, bunyinya: 'We suffer more from imagination than from reality'


Menurut Hendrawan, tak perlu 'menari' lebih dahulu.


"Itu filsuf Seneca, berpuluh-puluh abad yang lalu. Jadi kita tak perlu menari terlalu dini," imbuhnya.


Sebelumnya, nama Tri Rismaharini atau Risma mengekor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rilis survei terkait Pilgub DKI Jakarta. PKB menilai posisi Anies di Pilgub DKI sangat terancam.


"(Anies) sangat terancam," kata Ketua DPP PKB Faisol Riza kepada wartawan, Kamis (18/2).


Faisol meyakini Risma berpotensi besar menjadi pemimpin DKI Jakarta selanjutnya. 


Ia mengatakan justru posisi wakil gubernurlah yang saat ini sedang diperebutkan.


"Bu Risma akan jadi kandidat terkuat Pilgub DKI," ujar Ketua Komisi VI DPR RI itu.


"Hampir pasti Gubernur DKI mendatang Risma. Sekarang yang diperebutkan adalah wagub," imbuhnya. [Democrazy/dtk]