-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Soal Kudeta Demokrat, Rocky Gerung ke Moeldoko: Buka Aja Pak, Nanti Kepleset Sendiri!

Soal Kudeta Demokrat, Rocky Gerung ke Moeldoko: Buka Aja Pak, Nanti Kepleset Sendiri!

Soal-Kudeta-Demokrat-Rocky-Gerung-ke-Moeldoko-Buka-Aja-Pak-Nanti-Kepleset-Sendiri

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari soal hebohnya dugaan kudeta terhadap Partai Demokrat oleh sejumlah orang, termasuk KSP Moeldoko. 

Menurutnya, sekarang ini pihak Istana sedang berhati-hati untuk bicara soal polemik ini.


Pasalnya, bisa jadi tudingan kudeta tersebut menyangkut banyak pihak. 


Meskipun demikian, Rocky Gerung tetap ingin supaya skandal dibuka luas guna mewujudkan demokrasi yang bermutu.


Hal itu disampaikan oleh Rocky Gerung lewat video berjudul "SIAP-SIAP! SBY AKAN BONGKAR FAKTA-FAKTA KUDETA MOELDOKO!" yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu (3/2/2021).


"Publik tidak lagi menunggu apa yang dikatakan Partai Demokrat, tapi nunggu Jokowi mengucapkan sesuatu. Karena kerumitan politik kita kadang seolah presiden tak tahu, tapi Pak Moeldoko bereaksi cepat bilang 'jangan libatkan presiden., artinya psikologinya tahu presiden tahu ini," ujar Rocky Gerung seperti dikutip pada Kamis (4/1/2021).


"Sehingga publik menuntut apa artinya jangan libatkan presiden. Padahal Partai Demokrat kirim surat ke Presiden karena KSP adalah kantor yang merawat isu publik dan kepentingan Presiden. Ini tidak bisa dilepas dari konstelasi kekuasaan Istana," sambungnya.


Rocky Gerung melanjutkan dengan menyinggung kira-kira siapa dari pihak istana yang akan berbicara ke publik soal dugaan kudeta terhadap Partai Demokrat. 


Kata dia, seharusnya Presiden Jokowi sendiri yang bersuara akan hal ini.


"Etis partai tanya ke presiden. AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) jangan dilihat sebagai orang baru. Dia resmi ketua Partai Demokrat. Ini yang harus dijawab Presiden," ujarnya.


Menyoroti soal Moeldoko yang terseret atas dugaan kudeta itu, Rocky Gerung menuturkan bahwa kasusnya tidak lagi ranah pribadi.


Pasalnya, kata Rocky Gerung KSP merupakan telinga dan lidah Presiden yang dibentuk guna memback-up tugas-tugasnya.


"Moeldoko bilang pribadi, ini gimana pribadi, ini dari awal dinyatakan KSP untuk membackup Presiden. Kalau pribadi untuk apa ke istana. Kalau anda bukan KSP gak ada yang peduli. Gak bisa moel bilang ini pribadi," ucap Rocky Gerung.


"Ini terkait kedudukan dia. Skandal ini menyangkut Moeldoko sebagai KSP. Ambisi Moeldoko berpolitik, dia menabung koin politik di KSP. Dia menguasai informasi, jaringan, karena kedudukannya tinggi," tegasnya menambahkan.


Kepada Moeldoko, Rocky Gerung mengingatkan agar cermat dalam membuat strategi. Sebab, seorang jenderal pun kata dia bisa kalah kalau sudah tidak terlatih membaca peta.


Rocky Gerung mengatakan, Moeldoko seharusnya membuka selebar-lebarnya soal tudingan kudeta Partai Demokrat ini agar tidak kepleset di kemudian hari.


"Jenderal kalau sudah gak terlatih strateginya bisa salah baca peta. Moeldoko buka aja, nanti malah makin banyak nikung-nikung, nanti kepleset sendiri karena Partai Demokrat tahu tikungan yang licin, bahkan licin hujan ditaruh oli pula," terang Rocky Gerung.


"Sayang Pak Moeldoko kepleset karena tergesa-gesa untuk denial sesuatu yang mungkin secara cermat disimpan Partai Demokrat. Dua kali kalah nanti Pak Moeldoko," tandasnya. [Democrazy/sra]