-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Saksi: Moeldoko Cerita Pernah Menghadap SBY Minta Jadi Ketum Partai Demokrat

Saksi: Moeldoko Cerita Pernah Menghadap SBY Minta Jadi Ketum Partai Demokrat

Saksi-Moeldoko-Cerita-Pernah-Menghadap-SBY-Minta-Jadi-Ketum-Partai-Demokrat

DEMOCRAZY.ID - Kepala KSP Moeldoko dituduh ingin mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono dari posisi Ketum Partai Demokrat (PD). 

Moeldoko disebut ingin menjadi Ketum PD dengan menggalang kekuatan DPD-DPC untuk menggelar kongres luar biasa atau KLB.


Dalam dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) saksi yang ikut pertemuan dengan Moeldoko di hotel pada 27 Januari lalu, Moeldoko disebutkan menceritakan niatnya menjadi ketum PD. 


Saksi dalam BAP ini yakni salah satu pengurus PD di Kalimantan Selatan.


Dokumen itu, seperti dilihat Kamis (4/2/2021), menyebutkan bahwa pertemuan itu bermula dari rapat bersama Nazaruddin dan Jhoni Allen Marbun di ruang 2805 dan berlanjut bertemu dengan Moeldoko di room 2809.


Kader Demokrat yang ikut dalam pertemuan ini menyebutkan bahwa Moeldoko mengatakan akan maju menjadi Ketum PD. 


Moeldoko disebutkan akan menggerakkan mantan babinsa yang dulu anggotanya jika jadi Ketum PD.


Moeldoko, masih seperti di BAP saksi tersebut, disebutkan sempat menemui SBY untuk meminta restu menjadi Ketum PD selepas dia pensiun dari militer. SBY disebutkan meminta Moeldoko bersabar.


Dalam pertemuan itu Moeldoko juga disebut meminta dukungan dari DPC dan DPD untuk dukungan KLB.


Media sudah mencoba meminta tanggapan Moeldoko terkait kesaksian di BAP ini namun belum mendapat balasan.


Bantahan Moeldoko


Moeldoko dalam konferensi pers Rabu (3/2/2021) menegaskan tak ada niatan menjadi Ketum Partai Demokrat. Moeldoko menyebut isu ini dagelan.


"Menurut saya sih, ini kayak dagelan, lucu-lucuan. 'Moeldoko mau kudeta'. Lah, kudeta... apaan yang dikudeta?" ujarnya.


Moeldoko membuat pengandaian, diibaratkan dia punya pasukan bersenjata. Menurutnya, tak mungkin dia menodong kader-kader Demokrat untuk mendukungnya.


"Emangnya gue bisa itu gue todong senjata Ketua DPC, 'Eh dateng sini'. Semua kan ada aturan AD/ART dalam partai politik. Jangan lucu-lucuan begitulah," kata Moeldoko. [Democrazy/dtk]