-->

Breaking

logo

Selasa, 23 Februari 2021

Rahasia Cinta Pertama dan Terakhir Bung Karno

Rahasia Cinta Pertama dan Terakhir Bung Karno

Rahasia-Cinta-Pertama-dan-Terakhir-Bung Karno

DEMOCRAZY.ID - Sebagaimana layaknya remaja, Bung Karno juga mengenal cinta pertama dalam empat belas, saat masih duduk di kelas lima Indlandsce School atau Sekolah Dasar Bumiputera di Mojokerto, Jawa Timur.

Bung Karno jatuh cinta pada gadis bule bangsa Belanda bernama Rika Meelhuysen. Cinta pertama Bung Karno kepada Rika bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Rika juga jatuh cinta pada Bung Karno.


"Bung Karno tak segan membawakan buku-buku Rika. Di tengah rutinitas bermain, Bung Karno acap menyempatkan diri melintas di depan rumah Rika, hanya dengan satu harapan, ia bisa memandang pujaan hati, meski sekilas," kata Roso Daras, penulis buku " Sukarno Sejarah yang Tercecer".


"Rika-lah gadis pertama yang mendapat ciuman Bung Karno," tambahnya.


Bung Karno dalam buku biografi yang ditulis Cindy Adams mengatakan, “Aku sangat gugup waktu itu.” 


Tapi dalam kalimat berikutnya, ia menceritakan bahwa pada ciuman-ciuman selanjutnya, ia menjadi lebih ahli.


Lalu siapa cinta terakhir Bung Karno? Belum lama ini beredar sebuah buku tentang “cinta terakhir” Bung Karno, yang tertambat pada seorang wanita muda belia bernama Heldy.


"Tidak sedikit kemudian yang mengonfirmasi informasi yang ada alam buku itu. Saya jujur menjawab, “Tidak tahu”. Atau jawaban senada lainnya, seperti…“Hanya Bung Karno dan Tuhan yang tahu," ucap Roso.


Menurut Roso, pasca klimaks perjuangan meraih kemerdekaan kehidupan pribadi Bung Karno begitu berpelangi cinta. 


Dari Utari ke Inggit. Dari Inggit ke Fatmawati. Dari Fatma ke Hartini. Dari Hartini ke Ratna Sari Dewi. Dari Ratna ke Hariyatie. Dari Hariyatie ke Yurike. Dari Yurike ke Heldy.


"Benarkah cinta Bung Karno berakhir di Heldy? Sekali lagi, jawabnya hanya Tuhan dan Bung Karno saja yang tahu," tandasnya.


Roso menceritakan, seorang kawannya yang merupakan sahabat kakaknya menginformasikan sebuah “cinta terpendam” antara Bung Karno dengan seseorang yang saat ini masih hidup, dan tinggal di bilangan Banyumas, Jawa Tengah.


"Bukan hanya itu…dalam suatu perjalanan ke Surabaya beberapa tahun lalu, seorang sahabat bahkan mengajak saya menjumpai keluarga dari salah satu “cinta” Sukarno yang terkubur dalam. Cinta itu, konon bersemi sekilat halilintar, dalam fase jeda sejenak di Surabaya, menanti kedatangan kapal yang akan membawanya ke tempat pembuangan di Ende," paparnya. [Democrazy/okz]