Publik Dihimbau Jangan Kaget Kalau Tiba-tiba Tito Karnavian Bikin Kejutan di 2024 | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 08 Februari 2021

Publik Dihimbau Jangan Kaget Kalau Tiba-tiba Tito Karnavian Bikin Kejutan di 2024

Publik Dihimbau Jangan Kaget Kalau Tiba-tiba Tito Karnavian Bikin Kejutan di 2024

Publik-Diminta-Jangan-Kaget-Kalau-Tiba-tiba-Tito-Karnavian-Bikin-Kejutan-di-2024

DEMOCRAZY.ID - Tito Karnavian dinilai bisa menjadi cukup mengejutkan dengan menjadi ‘kuda hitam’ dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu dinilai layak diperhitungkan dan juga memiliki peluang besar.


Selain itu, mantan Kapolri itu juga dinilai memiliki tendensi positif.


Evaluasi kinerjanya pun naik dengan adanya respon positif dari masyarakat.


Tak kalah penting, Tito Karnavian juga dinilai merupakan sosok yang lebih ‘bersih’ dibanding sederet kandidat lainnya.


Demikian disampaikan Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk, Minggu (7/2/2021).


“Misalnya seperti Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto,” kata Amos dalam keterangan tertulisnya.


Ia mencontohkan, Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan bisa kembali terkena isu klasik terkait pelanggaran HAM masa lalu.


Sedangkan di sisi lain, hingga kini tokoh-tokoh yang bermunculan dianggap belum ada yang mendekati Jokowi.


 

Bahkan, pihaknya menduga bawa Tito sejatinya menjadi sosok yang sudah sejaklama dipersiapkan untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia.


“Dan kami melihat sosok Tito Karnavian tepat sebagai ‘the great leader’ ke depan,” tandas Amos.


Sementara dalam hasil tiga kali survei yang digelar NEW INDONESIA Research & Consulting, nama Tito Karnavian sama sekali tak muncul.


Hanya saja, yang cukup mengejutkan adalah Ganjar Pranowo yang meraih posisi termoncer dengan elektabilitas mencapai 18,4 persen.


Menariknya, dari dua survei pada Juni dan Oktober 2020, elektabilitas Ganjar terus mengalami kenaikan.


Berbanding terbalik dengan Prabowo Subianto yang kini memiliki keterpilihan 15,6 persen, atau terus mengalami penggerusan.


Tren kenaikan juga dialami Ridwan Kamil yang kini dicatat elektabilitasnya mencapai 13,1 persen.


Disusul Anies Baswedan yang juga terus anjlok dengan 7,3 persen saja.


Pun demikian dengan mantan pasangan Anies di DKI, Sandiaga Uno yang dikehendaki oleh 6,2 persen publik saja. [Democrazy/psid]