Pidato Jokowi Sebatas Basa-basi, Buktinya Syahganda dan Jumhur Ditangkap | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 09 Februari 2021

Pidato Jokowi Sebatas Basa-basi, Buktinya Syahganda dan Jumhur Ditangkap

Pidato Jokowi Sebatas Basa-basi, Buktinya Syahganda dan Jumhur Ditangkap

Pidato-Jokowi-Sebatas-Basa-basi-Buktinya-Syahganda-dan-Jumhur-Ditangkap

DEMOCRAZY.ID - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar masyarakat lebih aktif memberi kritik terhadap pemerintah, khususnya yang terkait dengan pelayanan publik, dinilai sebatas pidato basa-basi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti saat berbincang sesaat lalu di Jakarta, Selasa (9/2).


"Pidato basa-basi, sekadar memulihkan citra beliau yang terus merosot,” ujar Ray Rangkuti.


Pasalnya, kata dia, kebebasan bersuara warga negara acap kali cepat ditindak oleh aparat ketika menyatakan sikap berbeda dengan pandangan dan kebijakan pemerintah. 


Salah satunya adalah penangkapan terhadap dua aktivis senior Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.


"Seperti sekarang dialami oleh Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat," sesal Ray Rangkuti.


Presiden, kata aktivis '98 jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, seharusnya menjaga dan memelihara kebebasan berpendapat, bersuara dan bersikap seluruh warga negara. Bukan berlaku sebaliknya.


"Kata bijak yang disampaikan oleh Pak Habibie dan pak Jimly Asshiddiqie sangat layak dikembangkan dan gaungkan; hukum dan pidanakanlah para penjahat, bukan mereka yang berbeda sikap," tegas Ray Rangkuti.


Presiden Jokowi sebelumnya meminta masyarakat lebih aktif dalam menyampaikan kritik dan masukan terhadap kerja-kerja pemerintah. 


Ia juga meminta penyelenggara layanan publik terus meningkatkan kinerja.


"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi. Dan para penyelenggara layanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Ombudsman RI, Senin (8/2). [Democrazy/rmol]