PA 212 Tegaskan Pembentukan FPI Baru Tidak Akan Terpengaruh Isu Terorisme Pemerintah | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 07 Februari 2021

PA 212 Tegaskan Pembentukan FPI Baru Tidak Akan Terpengaruh Isu Terorisme Pemerintah

PA 212 Tegaskan Pembentukan FPI Baru Tidak Akan Terpengaruh Isu Terorisme Pemerintah

PA-212-Tegaskan-Pembentukan-FPI-Baru-Tidak-Akan-Terpengaruh-Isu-Terorisme-Pemerintah

DEMOCRAZY.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin memastikan isu terorisme yang saat ini santer mengarah ke Front Pembela Islam, tak akan memengaruhi pembentukan Front Persaudaraan Islam atau FPI baru. 

Menurut Novel, FPI baru memiliki perbedaan mendasar pada AD/ART dengan FPI yang lama.


"FPI baru jelas tidak merasa dirugikan (dengan isu terorisme), karena masih proses pembentukan dengan agenda dan AD/ART yang baru," kata Novel saat dihubungi, Ahad, 7 Februari 2021. 


Pembentukan FPI baru dilakukan pada Jumat, 8 Januari 2021 oleh 15 pentolan eks FPI lama. 


Organisasi baru itu dibentuk setelah pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri membubarkan FPI pada akhir Desember 2020. 


Salah satu alasan pembubaran itu karena AD/ART FPI lama yang dianggap bertentangan dengan aturan perundang-undangan. 


Novel menduga penyebaran isu FPI lama disusupi teroris agar para eks anggotanya dapat dijerat dengan hukum. 


Selain itu, ia juga menduga hal ini sebagai pengalihan isu atas maraknya kasus korupsi dan pengusutan penembakan terhadap enam laskar FPI oleh polisi.  


"Sudah basi lah FPI dikait-kaitkan (dengan teroris), ini sebagai pengalihan isu atas pelaku koruptor yang ingin ditenggelamkan bersama kasus pembantaian enam laskar, maka isu teroris lagi dinaikan," ujar Novel. 


Dugaan FPI disusupi teroris merebak setelah seorang terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah atau JAD bernama Ahmad Aulia mengaku sebagai anggota FPI Makasar. 


Dalam video pengakuannya yang viral, ia mengatakan proses baiat disaksikan langsung oleh Munarman, bekas Sekretaris Umum DPP FPI.


Pihak kepolisian mengklaim 19 terduga teroris JAD di Makassar merupakan anggota aktif FPI. 


Namun mantan Sekretaris FPI Sulawesi Selatan Agus Salim Syam membantah klaim itu. 


Agus mengatakan ke-19 orang itu memang pernah tergabung dalam FPI, namun tidak pernah terdaftar sebagai anggota. 


Soal tuduhan kepada organisasinya yang terafiliasi dengan kelompok teroris, Rizieq Shihab membantahnya dan meminta para eks anggota FPI untuk bersabar. 


"Hasbunallah wa nikmal wakiil (cukup lah Allah sebagai penolong), bersabarlah," kata kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar. [Democrazy/tmp]