-->

Breaking

logo

Jumat, 19 Februari 2021

Orang Terkaya Versi Sri Mulyani: Bukan Bos Djarum, Tapi Orang Ini

Orang Terkaya Versi Sri Mulyani: Bukan Bos Djarum, Tapi Orang Ini

Orang-Terkaya-Versi-Sri-Mulyani-Bukan-Bos-Djarum-Tapi-Orang-Ini

DEMOCRAZY.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan orang terkaya di Indonesia versi dirinya. 

Orang tersebut ternyata berasal dari Kementerian Keuangan.


Padahal, masyarakat mengetahui orang terkaya di Indonesia adalah pemilik Djarum yakni Bambang dan Budi Hartono yang dirilis oleh Forbes.


Namun, versi Sri Mulyani tersebut adalah Isa Rachmatarwata yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.


Hal ini disampaikan Sri Mulyani sambil bergurau dalam penyambutan 1.521 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru Kementerian Keuangan secara virtual.


Berawal dari Sri Mulyani memperkenalkan jajaran eselon satu dan tugas yang akan dilakukan masing-masing unit tersebut.


"Nah ini pak Isa (Dirjen DJKN) orang paling kaya di seluruh Indonesia," ujar Sri Mulyani.


Namun, kekayaan Isa tersebut bukan miliknya pribadi atau keluarganya, melainkan aset negara.


Sebab, DJKN adalah unit Kementerian Keuangan yang mengelola seluruh aset yang dimiliki Pemerintah. 


Sehingga Isa sebagai pimpinannya dianggap paling kaya.


Mengutip Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019, total aset pemerintah pusat per 31 Desember 2019 berjumlah Rp 10.467,53 triliun.


Aset ini terdiri dari aset lancar Rp 491,86 triliun, investasi jangka panjang Rp 3.001,2 triliun, aset tetap Rp 5.949,59 triliun, piutang jangka panjang (netto) Rp 56,88 triliun, dan aset lainnya Rp 967,98 triliun.


'Kekayaan' Isa jauh lebih banyak ketimbang duo Hartono Bersaudara, orang terkaya Tanah Air versi Forbes. 


Per Desember 2019, kekayaan pemilik grup Djarum itu ditaksir US$ 37,3 miliar (sekira Rp 524,4 triliun dengan asumsi US$ 1 setara Rp 14.059 sesuai kurs tengah Bank Indonesia periode 18 Februari 2021).


"(Kekayaan itu) didapat dari uang pajak, uang bea cukai, uang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), dan juga utang," jelas Sri Mulyani. [Democrazy/cnbc]