Meninggal Dunia, Ustadz Maaher Sempat Cerita Dapat Perlakuan Begini di Tahanan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 08 Februari 2021

Meninggal Dunia, Ustadz Maaher Sempat Cerita Dapat Perlakuan Begini di Tahanan

Meninggal Dunia, Ustadz Maaher Sempat Cerita Dapat Perlakuan Begini di Tahanan

Meninggal-Dunia-Ustaz-Maaher-Sempat-Cerita-Dapat-Perlakuan-Begini-di-Tahanan

DEMOCRAZY.ID - Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Ernata meninggal dunia di Rutan Mabes Polri. Sebelumnya dia memang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, karena sakit.

Sebelum meninggal, media sempat mendapat kesempatan mewawancarai Maaher di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan. 


Dia saat itu mengaku diperlakukan baik selama di tahanan.


Wawancara itu terlaksana pada Sabtu 5 Desember 2020 petang. 


Pria berkacamata ini saat ditemui mengenakan gamis warna abu-abu dibalut rompi tahanan warna oranye. 


Dia juga mengenakan peci warna putih. Maaher melempar senyum saat disapa.


"Alhamdulillah sehat," katanya mengawali perbincangan saat ditanya soal kondisinya di tahanan Bareskrim. 


Seperti diketahui dia jadi tersangka atas kasus penghinaan terhadap ulama karismatik Nahdlatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya.


Makan enak, namun tidur tak nyenyak. Begitu pengakuan Maaher saat ditanya soal kondisinya mendekam di tahanan sambil menanti proses hukum atas kasusnya. 


Maaher mengatakan hidupnya jauh lebih enak tinggal bersama istri dan dua anaknya (masing-masing 3 tahun dan 1 tahun) di rumah kontrakan dua kamar di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat.


Meski begitu, selama diperiksa dan di dalam tahanan, Maher mengaku dirinya diperlakukan dengan baik oleh penyidik di Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. Maaher juga mengaku mendapat perlakuan baik dari sesama tahanan.


"Saya pengen banyak belajar dari bapak-bapak penyidik baik-baik, masyaallah. Penyidik baik-baik, pengertian dan mereka begitu kooperatif dalam menjalankan tugas," ujar Maheer.


Saat Maaher diamankan polisi, ada pihak yang menyudutkan Polri lewat media sosial dengan menyebut ini adalah upaya kriminalisasi terhadap ulama. 


Ditanya soal itu, Maaher saat itu tak sependapat. Menurut Maaher, polisi hanya menjalankan tugas secara profesional.


"Kalau dikriminalisasi sih nggak. Ini justru pembelajaran untuk saya, semua teman-teman," jelas Maaher.


Terkait kasus yang menjeratnya, Maaher menyatakan dirinya tidak punya niat menghina Habib Luthfi. 


Dia mengaku tidak punya masalah pribadi dengan ulama karismatik NU tersebut.


Meski begitu, Maaher mengaku menyesali cuitannya tersebut. Dia mengakui cuitannya di Twitter itu membuat banyak orang tersinggung, bahkan marah, khususnya orang-orang NU. 


Dia menyebut sebenarnya dirinya sudah berniat menemui langsung Habib Luthfi untuk meminta maaf tapi keburu dirinya ditangkap oleh polisi yang bergerak atas laporan masyarakat.


"Sebelum ditangkap saya itu berniat mau bertemu, saya berniat minta maafnya itu nggak usah lewat medsos nanti kelihatan tidak ada kesungguhan. Saya akan kumpulkan uang, bawa keluarga, kita beli tiket, berangkat ke Jawa Tengah, Pekalongan," ujar pria yang selain berdakwah juga bisnis sampingan jualan kitab keagamaan dan parfum ini.


Maaher saat itu juga menyampaikan isi hatinya. Sambil menangis, dia menyebut jika nantinya punya kesempatan akan tetap datang menemui Habib Luthfi dan meminta maaf secara langsung.


 Maaher juga berharap dirinya dimaafkan masyarakat. Dia menyebut ustadz juga manusia yang tidak lepas dari kesalahan.


"Jadi banyak pihak yang bertanya ke saya, ustadz ini penghinaan dan sebagainya. Kenapa harus Habib Lufhti di seperti itu. Saya memberikan klarifikasi, saya memberikan penjelasan, setiap manusia itu pasti punya salah. Nah tapi saya ingin ketika saya jatuh dalam kesalahan, hukumlah kesalahan saya sesuai profesional dan proporsional. Jadi jangan sampai melewati batas lah karena saya juga punya hati punya perasaan," ujar Maaher saat itu.


Ustaz Maaher Meninggal karena Sakit


Diketahui, Ustadz Maaher meninggal dunia di rutan Polri. Jenazah Ustadz Maaher dibawa ke RS Polri. 


Maaher meninggal dalam status tahanan kejaksaan. Dia dititipkan di Rutan Bareskrim Polri.


Sewaktu masih menjadi tahanan Dittipidsiber Bareskrim, Maaher sempat dibantarkan karena sakit.


Kuasa hukum Ustadz Maaher, Djudju Purwantoro, mengungkapkan Ustaz Maaher memang meninggal karena sakit. 


Seminggu yang lalu, almarhum baru saja kembali ke rutan dari RS Polri untuk mendapatkan perawatan.


"Meninggal kan di berita-berita banyak sakitnya beliau dan kami mohon dibantarkan. Dan beliau seminggu yang lalu baru pulang dari RS Polri habis perawatan. Dan 3 hari lalu sudah dialihkan dilimpahkan ke kejaksaan dan Kamis saya sudah kirim surat atas nama kuasa saya mintakan yang bersangkutan melihat kondisi sakit untuk kembali dirawat," tandasnya.


Pendakwah Gus Miftah ikut berduka atas meninggalnya Maaher. Dia mengatakan sempat mengajukan izin untuk bertemu dengan Maaher saat menjalani masa tahanan. Namun, izin untuk bertemu belum dikabulkan oleh Polri.


"Saya ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ustadz Maaher, semoga husnul khotimah. Beberapa kali sebenarnya saya mengajukan izin untuk bisa jenguk beliau di tahanan, tapi karena satu dan lain hal sampai hari ini belum bisa terlaksana," ujar Gus Miftah melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/2/1/2021).


Gus Miftah menegaskan tak memiliki masalah pribadi dengan Maaher. Menurutnya, adu argumen yang pernah terjadi antara dirinya dengan Maaher masih dalam batas wajar.


Gus Miftah mengaku kehilangan atas meninggalnya Maaher. Dia kemudian mendoakan Maaher semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,


"Saya sungguh merasa kehilangan atas meninggalnya beliau, insyaAllah saya dan para santri Ponpes Ora Aji akan salat ghoib dan mendoakan beliau. Selamat jalan Ustaz, semoga diampuni semua salah dan diterima semua amal ibadah," imbuhnya. [Democrazy/dtk]