-->

Breaking

logo

Rabu, 03 Februari 2021

Marah Besar! Forum Pendiri 'Jemput' Moeldoko untuk Masa Depan Partai, Demokrat: Jelas Itu Salah!

Marah Besar! Forum Pendiri 'Jemput' Moeldoko untuk Masa Depan Partai, Demokrat: Jelas Itu Salah!

Marah-Besar-Forum-Pendiri-Jemput-Moeldoko-untuk-Masa-Depan-Partai-Demokrat-Jelas-Itu-Salah

DEMOCRAZY.ID - Forum Pendiri Partai Demokrat (PD) mengaku pihaknya menjemput Moeldoko untuk masa depan partai seperti apa yang dilakukan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga menjadi presiden RI 2004 dulu. Bagaimana respons internal PD?

"Mereka katanya berencana menjemput KSP Moeldoko sebagaimana menjemput Bapak SBY pada tahun 2004 sebagai calon presiden; lalu ada pelaku gerakan bernama Bapak Yus Sudarso, menyatakan 'Apa salahnya kami melakukan ini'," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis PD, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/2/2021).


"Salahnya adalah upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa," lanjutnya.


Herzaky menepis adanya upaya jemput SBY saat itu. Dia mengatakan SBY saat itu sudah menjadi Dewan Pembina Partai.


Herzaky menegaskan kepada forum pendiri kalau Moeldoko harus memiliki kartu anggota Partai Demokrat jika ingin maju capres. Bukan secara tiba-tiba ingin menjadi Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa.


"Dulu, hal itu tidak ada. Bapak SBY duduk sebagai Dewan Pembina. Jadi, kalau KSP Moeldoko mau menjadi Capres melalui Partai Demokrat, ya bikin Kartu Tanda Anggota dulu sebagai kader Partai Demokrat. Jangan tiba-tiba ingin menjadi Ketua Umum, apalagi melalui Kongres Luar Biasa. Itu saja sudah salah besar. Itu inkonstitusional," ujarnya.


Lebih lanjut, Herzaky meminta Moeldoko lebih baik membantu presiden menyelesaikan krisis ekonomi akibat pandemi. Bukan malah memikirkan pencapresan.


"Pak Moeldoko itu siapa? Pak Moeldoko itu KSP, stafnya Presiden. Tugasnya sekarang membantu Presiden menyelesaikan pandemi dan krisis ekonomi. Jangan malah disibukkan untuk memikirkan pencapresan. Kasihan rakyat, lagi pandemi kok malah memikirkan pencapresan. Kasihan Presiden yang membutuhkan bantuan semua pihak untuk menangani krisis pandemi dan ekonomi," ucapnya.


Herzaky mengajak seluruh kader untuk fokus mengatasi pemulihan ekonomi saat ini. 


Dia juga berterima kasih kepada kader Demotar yang solid di bawah kepemimpinan AHY.


"Akhirnya, Partai Demokrat mengajak, mari kita kembali bekerja untuk fokus membantu rakyat mengatasi pandemi dan krisis ekonomi yang sedang kita hadapi. Kepada seluruh kader Partai Demokrat di mana pun berada, terima kasih sudah solid di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono," tuturnya.


Sebelumnya, forum pendiri PD melakukan konferensi pers sebagai respons dari isu kudeta terhadap Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 


Terkait pertemuan dengan Moeldoko, forum senior PD ingin Partai Demokrat menjadi partai besar yang disegani di tatanan politik nasional dan mereka butuh pemimpin yang bijak.


Moeldoko disebut mantan panglima TNI itu jenderal yang cocok jadi pemimpin Demokrat.


"Nah kalau konteks saya pribadi mungkin tokoh seperti ini yang sangat baik untuk menjadi calon pemimpin Partai Demokrat ke depan, salah satunya yang berkarakter seperti ini," sebut Politisi Senior PD, Darmizal.


Sementara itu, senior PD Yos Sudarso menyebut ada 4 faksi yang hadir dalam pertemuan hari ini. 


Faksi-faksinya yakni faksi Subur Budi Santoso, pendukung Hadi Utomo, kader Anas Urbaningrum dan faksi Marzuki Alie. Dia memuji bersatunya 4 faksi ini.


"Jadi tanpa ada rekayasa, kawan-kawan ini bertemu dalam satu titik pemikiran, bagaimana partai Demokrat ke depan. Jadi sesungguhnya, ini adalah bagian dari internal partai. Apa salahnya kami, seperti para pendiri di saat awal, menjemput Pak SBY untuk mengantarkan beliau ke pimpinan Republik Indonesia tahun 2004. Dan juga apa salahnya kami kalau hari ini menjemput figur tokoh ke depan. Apa salahnya Pak Moeldoko? Tidak seubahnya seperti senior-senior kami sebelumnya menjemput Bapak SBY," kata dia.


"Dan demikian apa salahnya Pak Jokowi di dalam persoalan ini, sebagaimana pernyataan dari Pak Moeldoko kemarin," imbuh Yos Sudarso.


Sebelumnya, Moeldoko meminta agar isu kudeta Partai Demokrat tidak dikaitkan dengan istana. 


Dia meminta agar Presiden Jokowi tidak diganggu dalam isu ini. 


Moeldoko mengatakan Presiden Jokowi tidak tahu sama sekali dengan persoalan yang dihadapi Demokrat. Dia mengatakan urusan hanya sama Moeldoko.


"Poinnya yang pertama jangan dikit-dikit istana. Dalam hal ini, saya mengingatkan sekali lagi jangan dikit-dikit istana, jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini gitu ya. Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini bukan selaku KSP, Moeldoko ini," kata Moeldoko dalam jumpa pers daring. [Democrazy/dtk]