Legislator PDIP Labusel Pencabut Kuku Warga Didakwa Lakukan Kekerasan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 08 Februari 2021

Legislator PDIP Labusel Pencabut Kuku Warga Didakwa Lakukan Kekerasan

Legislator PDIP Labusel Pencabut Kuku Warga Didakwa Lakukan Kekerasan

Legislator-PDIP-Labusel-Pencabut-Kuku-Warga-Didakwa-Lakukan-Kekerasan

DEMOCRAZY.ID - Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari Fraksi PDIP, Imam Firmadi, menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Sumatera Utara (Sumut) hari ini. Imam didakwa melakukan kekerasan terhadap seorang warga.

"Didakwa melanggar Pasal 170 (2) junto Pasal 64 (1) subdider Pasal 353 (2) junto Pasal 55 (1) atau Pasal 333 (1) junto Pasal 55 (1) KUHPidana, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," kata jaksa penuntut umum (JPU) Symon Morris Sihombing saat membacakan dakwaan, Senin (8/2/2021).


Jaksa menjelaskan Imam bersama dengan 3 rekannya, yakni Eko Prasetio, Muhammad Safie dan Edi Syahputra melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban bernama Muhammad Jefri Yono, pada 28 Juni 2020 malam sampai 29 Juni 2020 dini hari.


"Kepala dipukul 3 kali pakai gancu sampai bocor mengucurkan darah, wajahnya dipukul dan disikut, ditendang, ditelanjangi, telinganya dijepit pakai tang, hingga akhirnya kuku kakinya dicabut pakai tang," ungkap jaksa.


Selain itu, Imam Firmadi juga mengumbar kata berbau ancaman kepada Jefri. 


"Imam Firmadi ini ya, anggota Dewan mau kau gara-garain (cari perkara), belum cacat belum ku antar pulang kau," begitu pernyataan Imam yang ditirukan jaksa.


Setelah beberapa saat dianiaya, akhirnya Jefri tak sadarkan diri dan ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.


"Sekitar pukul 02.00 WIB, Jefri diletakkan di pinggir jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri, kemudian pukul 04.00 WIB dia dirawat di Puskesmas Cikampak," ucap jaksa.


Setelah selesai membacakan dakwaan, majelis hakim menutup persidangan. 


Tapi sebelum itu, majelis hakim menyatakan akan melanjutkan persidangan pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi. [Democrazy/dtk]