-->

Breaking

logo

Selasa, 16 Februari 2021

JK Respons Tuduhan Provokasi KSP soal Kritik

JK Respons Tuduhan Provokasi KSP soal Kritik

JK-Respons-Tuduhan-Provokasi-KSP-soal-Kritik

DEMOCRAZY.ID - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla tak ambil pusing dengan tudingan melakukan provokasi. 

Tudingan itu dilontarkan Tenaga Ahli Kantor Staf (KSP) Presiden Ade Irfan Pulungan menanggapi kritik JK.


JK meyakini tudingan itu tak mewakili Istana ataupun Presiden Joko Widodo. Ia menyatakan dirinya adalah sahabat baik yang sangat mengenal Jokowi.


"Jangan setiap orang di situ, siapapun (bicara) lalu (disebut) Istana. Itu tuh siapa? Kalau semua yang kerja di Medan Merdeka Utara mewakili Istana kan juga berlebihan," kata JK dalam wawancara, Selasa (16/2).


"Pak Presiden saya kira tidak bermaksud begitu," imbuh JK.


JK menyampaikan pernyataannya soal kritik bukan bermaksud menjatuhkan pemerintah. 


Ia hanya mengutip pernyataan sejumlah tokoh, termasuk ekonom Kwik Kian Gie, yang merasa takut mengkritisi pemerintah.


Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menilai pernyataannya tak perlu ditanggapi berlebihan. 


JK menegaskan dirinya hanya bertanya cara mengkritik yang baik dan benar.


"Saya cuma mengatakan bagaimana (mengkritik) pemerintah tidak dipanggil polisi. Itu kan positif sekali. Jawaban Presiden positif, jawaban Juru Bicara Pak Fadjroel positif, bagus," ucap JK.


Sebelumnya, pernyataan JK menyita perhatian publik saat mempertanyakan cara mengkritik pemerintah tanpa terjerat pidana. 


Pernyataan itu ia sampaikan merespons permintaan Presiden Jokowi agar masyarakat lebih aktif mengkritik pemerintah.


Pernyataan JK itu langsung direspons oleh Tenaga Ahli KSP Ade Irfan Pulungan. Irfan menyebut pernyataan JK provokatif.


"Jadi sangat ironis sekali saya katakan, jika Pak Jusuf Kalla menyampaikan itu, dan disampaikannya dalam forum suatu partai, sepertinya dia ingin memanas-manasi atau memprovokasi keadaan untuk bisa memberikan arah kepada partai tersebut," ucap Ade lewat keterangan tertulis pada Minggu (14/2). [Democrazy/cnn]