-->

Breaking

logo

Minggu, 21 Februari 2021

IRONIS! Bripka Mardika Dicopot Usai Posting Keluhan Warga, Kapolres Bilang Begini

IRONIS! Bripka Mardika Dicopot Usai Posting Keluhan Warga, Kapolres Bilang Begini

Ironis-Bripka-Mardika-Dicopot-Usai-Posting-Keluhan-Warga-Kapolres-Bilang-Begini

DEMOCRAZY.ID - Bripka I Ketut Mardika dicopot dari jabatannya sebagai Bhabinkamtibmas Desa Seraya Timur.

Bripka Mardika dicopot usai menyuarakan keluhan warga terkait kondisi jembatan Yeh Banges di Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali.


Jembatan Yeh Banges selalu terendam banjir, sehingga tidak bisa dilalui warga.


Bripka Mardika lantas membuat video yang memperlihatkan warga kesulitan menyeberangi jembatan tersebut saat banjir.


Ia meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperhatikan masalah tersebut.


Video Bripka Mardika viral di media sosial dan mendapat pujian dari warga.


Sayangnya, keluhan masyarakat yang  disuarakan Bripka Mardika  justru berujung pada pencopotan dirinya dari jabatan bhabinkamtibmas.


Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu, membenarkan bahwa pengambilan lokasi video berada di Seraya Tengah tepatnya di jembatan Yeh Banges.


Secara pribadi ia mengenal sosok Bripka I Ketut Mardika yang cukup aktif dalam mengawal kegiatan masyarakat. 


Hubungan komunikasi dengan aparat desa pun terjalin cukup baik selama ini.


“Tapi, terkait mutasi itu saya tidak bisa komentar. Karena itu ranah kepolisian sebagai induk instansinya,” ujar Perbekel Made Pertu, Sabtu (20/2).


Terlepas dari video itu, Perbekel Pertu menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. 


Kondisi seperti ini sudah cukup lama terjadi. Terutama saat musim hujan.


Bahkan, tidak hanya terjadi di jembatan Yeh Banges, namun kondisi sama juga terjadi di jembatan Tukad Perit.


“Itu akses jalan untuk warga Seraya Tengah dan Timur,” ucapnya.


Pihakhya sudah lama mengajukan perbaikan ke provinsi. Bahkan telah menghadap Gubernur Bali.


Menurutnya, ada enam titik infrastruktur di Seraya Tengah dan Timur yang menjadi keluhan warga.


Namun perbaikan oleh Provinsi Bali melalui Dinas PU baru dilakukan di satu titik di tahun 2019 lalu.


“Tinggal lima titik. Saya sudah sempat menghadap gubernur katanya akan ditindaklanjuti. Bahkan Dinas PU Provinsi sudah melakukan pengecekan,” katanya.


Namun pada tahun 2020, wabah covid-19 menguras anggaran pemerintah. Akibatnya, anggaran infrastruktur pun dialihkan ke penanganan Covid-19.


“Ini kalau tidak ada halangan akan dikerjakan tahun ini, karena sudah ada perencanaan,” katanya.


“Mudah-mudahan bisa dikerjakan karena kami cukup kesulitan ketika dalam kondisi hujan seperti ini,” tandasnya.


Terkait pencopotan Bripka Mardika, Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan penjelasan secara rinci.


“Ini masih kasus lain. Nanti saja,” ucapnya Suartini singkat sembari meninggalkan lokasi dan langsung menuju ke ruang kerjanya usai jumpa pers kasus pemalsuan surat keterangan Rapid test palsu di Mapolres Karangasem. [Democrazy/pjst]