-->

Breaking

logo

Senin, 22 Februari 2021

Irjen Napoleon Minta Pindah ke Rutan Mako Brimob, Singgung Ustadz Maaher

Irjen Napoleon Minta Pindah ke Rutan Mako Brimob, Singgung Ustadz Maaher

Irjen-Napoleon-Minta-Pindah-ke-Rutan-Mako-Brimob-Singgung-Ustadz-Maaher

DEMOCRAZY.ID - Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte meminta kepada Majelis Hakim, agar dirinya dipindahkan dari Rutan Bareskrim Polri ke Rutan Mako Brimob, Depok. 

Hal itu disinggung Hakim dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Napoleon Bonaparte dengan agenda pembacaan nota pembelaan.


Hakim mengungkapkan pada tanggal 16 Februari 2021, pihaknya menerima surat yang diajukan tim penasihat hukum Napoleon Bonaparte. 


Isinya berkenaan dengan permohonan agar terdakwa dapat dipindahkan ke Rutan Mako Brimob


“Ada beberapa alasan yang dikemukakan, antara lain adanya peningkatan penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan tempat terdakwa ditahan, itu intinya dan dalam surat disebutkan bahwa telah ada tahanan yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19," ujar hakim ketua M Damis dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).


Jaksa pun menjawab, jika Napoleon ditahan di Mako Brimob, maka proses sidang dikhawatirkan agak terganggu. 


"Apabila ditahan di Mako Brimob kami agak terlambat untuk proses karena ini baru pertama dipindahkan ke brimob mungkin membawa tahanan ke sini," kata Jaksa.


Napoleon pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia mengatakan, selama 4 bulan mendekam di Rutan Bareskrim, sudah ada 3 tahanan yabg meninggal karena covid-19.


"Saya sudah lebih dari 4 bulan di Rutan Bareskrim. Saya hitung 2 bulan terakhir ini, 3 tahanan itu meninggal dunia dengan positif covid," kata Napoleon.


Bahkan dirinya menyinggung soal kematian Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata yang meninggal pada Senin (8/2/2021). Dirinya yang baru tiba usai persidangan melihat langsung jenazah Ustadz Maaher lewat dan itu membuatnya cukup kaget.


"Terakhir 2 minggu lalu tanggal Februari tepat hari senin sepulang dari sini, setiba di sel itu jam setengah 8 malam, melintas di depan saya itu jenazah dari Ustadz Maaher yang posisi selnya di sebelah kamar saya persis. Dengan penyakit alasan yang tidak disebutkan Humas Polri, tapi kami tahu sebagai anggota Polri ada beberapa," katanya.


Napoleon juga curhat saat dirinya mendekam di Rutan Bareskrim, dia tidak berani keluar dari kamar selnya karena takut Covid-19.


"Selama ditahan di sana itu saya tidak pernah keluar dari kamar sel, tidak bergabung, tidak salat jamaah dengan mereka, karena ketakutan yang tinggi saya tidak mau jadi korban," katanya


"Ini permintaan manusiawi dan berasalan, kalau apabila ada alasan menjemput, justru posisi PN Jaksel lebih dekat dengan Depok Kelapa Dua Rutan Brimob. Setengah jam lebih pagi Insya Allah lebih cepat sampai di sini. Ini bukan masalah main-main, mohon hanya beda setengah jam," mohonnnya.


Majelis hakim pun bakal mempertimbangkan keinginan Napoleon Bonaparte untuk pindah ke Rutan Brimob, Kelapa Dua Depok.


"Baik kami akan musyawarahkan," kata Hakim.