-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Eks FPI Sulsel Bantah Polisi soal Status Terduga Teroris JAD

Eks FPI Sulsel Bantah Polisi soal Status Terduga Teroris JAD

Eks-FPI-Sulsel-Bantah-Polisi-soal-Status-Terduga-Teroris-JAD

DEMOCRAZY.ID - Mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Salim Syam membantah keterangan polisi yang menyebut belasan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar yang tengah dipindahkan ke Jakarta merupakan anggota aktif FPI Makassar.

Menurut dia belasan terduga teroris itu hanya sempat terlibat dalam kegiatan FPI namun tidak menjadi anggota.


"Saya katakan bahwa dulu mereka pernah ikut-ikut dalam kegiatan FPI, seperti kegiatan menolak minuman beralkohol di Makassar, tapi tidak pernah menjadi anggota," kata Agus kepada  melalui sambungan telepon, Kamis (4/2).


Agus tidak memberikan informasi mengenai waktu tepat keterlibatan mereka dengan FPI. 


Hanya saja, katanya, situasi terakhir memperlihatkan bahwa mereka justru menyerang balik FPI dengan narasi negatif.


"Mereka justru berbalik senantiasa menyerang FPI dengan narasi-narasi mereka. Walaupun demikian kami tetap menganggap saudara kami," imbuh mantan Ketua FPI Makassar ini.


Sebelumnya, polisi menggiring belasan terduga teroris JAD dari Makassar ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lanjutan. 


Polisi memastikan mereka merupakan anggota FPI yang kini sudah ditetapkan menjadi organisasi terlarang.


"Jadi, semuanya yang ditetapkan tersangka dan dibawa ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut oleh Densus ini juga tercatat sebagai anggota FPI Kota Makassar," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulfan saat dihubungi, Kamis (4/2).


Tercatat sebelumnya, ada 20 anggota teroris yang ditindak Densus 88 pada 6-7 Januari 2021. 


Beberapa di antaranya ditembak mati polisi karena melawan. [Democrazy/cn]