-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Demokrat soal Bantahan Moeldoko: Bahasa Tubuh Tak Bisa Disembunyikan!

Demokrat soal Bantahan Moeldoko: Bahasa Tubuh Tak Bisa Disembunyikan!

Demokrat-soal-Bantahan-Moeldoko-Bahasa-Tubuh-Tak-Bisa-Disembunyikan

DEMOCRAZY.ID - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendara putra mengatakan pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko pada jumpa pers Rabu (3/2) sore kontradiktif.

Zaky menyebutkan, mulanya Moeldoko mengakui melakukan pertemuan dengan sejumlah kader Demokrat di rumahnya. 


Namun, pada pernyataanya yang terakhir Moeldoko mengaku pergi ke hotel untuk menemui kader Demokrat.


"Artinya, ada upaya untuk menyisihkan waktu dan energi di antara kesibukan sebagai Kepala Kantor Staf Presiden untuk menemui kader-kader Partai Demokrat, yang berada di luar lingkup tanggung jawabnya," kata Zaky sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Kamis (4/2).


Selain itu, menurut Zaky, bahasa tubuh Moeldoko juga menyembunyikan kegelisahan.


"Bahasa tubuh beliau yang tidak bisa menyembunyikan kegelisahan," kata Zaky.


Zaky juga mengungkapkan para kader yang melakukan pertemuan itu tidak bermaksud mencurahkan hati alias curhat kepada Moeldoko. 


Berdasarkan keterangan yang diterima pihaknya, para kader datang ke tempat pertemuan tersebut dengan prasangka baik karena dibujuk akan mendapatkan alokasi dana tanggap bencana untuk daerah masing-masing.


"Tetapi malah diajak bicara soal KLB dan pencapresan 2024," ujar Zaky.


Tidak hanya itu, ia mengaku telah memiliki fakta terdapat dana yang sudah disiapkan untuk para pemilik suara di tubuh Demokrat.


"Guna menyelenggarakan KLB," kata Zaky.


Kejadian ini kata Zaky, mengingatkan pihaknya pada peristiwa-peristiwa terkait perpecahan atau dualisme tubuh parpol yang pernah terjadi di Indonesia. 


Antisipasi yang terlambat dari sejumlah partai berujung pada konferensi luar biasa (KLB) dan dualisme kepengurusan.


"Pada kasus kami, sejumlah mantan kader digunakan sebagai kaki tangan untuk melakukan penetrasi pada struktur organisasi kami," ujar Zaky.


Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan Moeldoko berbohong. 


Pertemuannya dengan sejumlah kader Demokrat, kata Nashidik, tidak dilakukan di rumahnya, melainkan di hotel Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan.


Selain itu, menurut Nashidik, Moeldoko lah yang mendatangi para kader.


"Jangan bohong. Pertemuan itu bukan di kediaman, tapi di hotel Aston Rasuna lantai 28, Rabu tanggal 27 Januari 2021 Pkl. 21.00. Anda datang ke situ, bukan mereka mendatangi Anda," tulis Rachland dalam akun Twitternya, @RachlanNashidik, Senin (1/2). [Democrazy/cn]