-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Demokrat: Moeldoko Janjikan Dana Bencana Sebelum Bahas KLB

Demokrat: Moeldoko Janjikan Dana Bencana Sebelum Bahas KLB

Demokrat-Moeldoko-Janjikan-Dana-Bencana-Sebelum-Bahas-KLB

DEMOCRAZY.DI - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa kader partainya yang menemui Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mulanya dijanjikan mendapatkan alokasi dana tanggap bencana alam.

Namun, dia berkata, topik pembicaraan berubah ketika sudah bertemu Moeldoko. 


Menurut Herzaky, Moeldoko malah mengajak kader Demokrat berbicara soal rencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dan pencalonan diri sebagai presiden pada Pemilu 2024.


"Para kader yang ditemui ini, dibujuk datang dengan janji untuk mendapat alokasi dana tanggap bencana alam di daerah masing-masing. Mereka datang dengan prasangka baik, untuk menghormati undangan, tetapi malah diajak bicara soal KLB dan pencapresan 2024," kata Herzaky, Kamis (4/2).


Herzaky mengklaim, kader Demokrat sama sekali tidak menceritakan atau curhat tentang kondisi internal partai kepada Moeldoko.


Kata dia, berdasarkan pelbagai sumber yang sudah diverifikasi oleh pihaknya, Demokrat mendapatkan informasi bahwa dana sudah disiapkan untuk para pemilik suara guna menyelenggarakan KLB.


"Inilah yang membuat mereka kemudian melaporkan pertemuan ini pada DPP. Mereka kader-kader yang setia pada hasil Kongres ke-5 Partai Demokrat 2020," tutur dia lagi.


Sebelumnya Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Demokrat Herman Khaeron mengatakan sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah menerima uang muka dari total Rp100 juta yang dijanjikan untuk menyukseskan upaya kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


"Dijanjikan Rp 100 juta dan sudah ada yang terdistribusi sebagai pemberian awal," kata sosok yang akrab disapa Hero itu saat dihubungi, Rabu (3/2).


Hero mengklaim hanya segelintir DPC Demokrat yang terpengaruh dengan rayuan imbalan tersebut. 


Namun, ia belum mau membeberkan DPC Demokrat kabupaten atau kota mana yang telah menerima.


Menurut dia, saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penelusuran di Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai Demokrat.


"Tentu sedang diproses di Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai Demokrat," terang Hero.


Media telah menghubungi Moeldoko untuk meminta klarifikasi atas informasi tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari yang bersangkutan.


Kendati begitu sebelumnya Moeldoko diketahui telah menyampaikan keterangan pers mengenai isu ini. 


Pada Rabu (3/2) kemarin, di hadapan wartawan dia membantah tudingan yang menyebutnya bakal mengambilalih paksa kepemimpinan AHY di Partai Demokrat.


Kendati dia mengakui memang sempat bertemu sejumlah kader partai berlambang mercy tersebut. Tapi Moeldoko menekankan, pertemuan itu sekadar untuk ngopi bersama.


"Intinya aku diajak ketemu, aku datang. Biasa setiap hari terima orang, terima beberapa kelompok di kantor saya, biasa. Saya suruh marah-marah, marah-marah saja, biar saya paham emosimu," tutur mantan Panglima TNI itu di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.


"Apa yang salah? ngapain ribet banget," imbuh dia. [Democrazy/cnn]