-->

Breaking

logo

Kamis, 04 Februari 2021

Andi Mallarangeng Sebut Moeldoko Bahas KLB Demokrat di Hotel Aston, 2 Kali Pertemuan

Andi Mallarangeng Sebut Moeldoko Bahas KLB Demokrat di Hotel Aston, 2 Kali Pertemuan

Andi-Mallarangeng-Sebut-Moeldoko-Bahas-KLB-Demokrat-di-Hotel-Aston-2-Kali-Pertemuan

DEMOCRAZY.ID - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Demokrat, Andi Mallarangeng blak-blakan menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berupaya mengambil alih jabatan Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

Menurut Andi, rencana pengamilalihan jabatan Ketua Umum Demokrat terungkap dalam pertemuan Moeldoko dengan beberapa pengurus Partai Demokrat di Hotel Aston Rasuna, Jakarta.


Dikatakan Andi, masalah internal partai seharusnya tidak dicampuri orang luar. Apalagi orang luar tersebut merupakan bagian dari pemerintah yang berkuasa saat ini.


“Ada mekanisme internal partai sesuai AD/ART untuk menyelesaikan masalah-masalah internal partai,” ucap Andi dalam tayangan Kompas TV, Rabu (3/2).


“Persoalannya karena ada elemen kekuasaan yang melakukan intervensi dan mencoba mengambil alih kepemimpinan yang sah dari Partai Demokrat secara paksa melalui kekuasaan dan uang,” tambah Andi.


Atas dasar itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk mempertanyakan apakah benar Jokowi merestui Moeldoko mengambil paksa Ketum Demokrat.


“Makanya kita tanyakan kepada Pak Jokowi. Kalau kepada Pak Jokowi suratnya sangat sopan untuk bertanya apa benar Moeldoko itu mendapat restu dari Pak jokowi untuk melakukan pengambilalihan pimpinan di Partai Demokrat,” katanya.


Andi menceritakan, berdasarkan laporan dari sejumlah pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat, Moeldoko disebut mendapat restu dari Jokowi untuk mengambil paksa jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.


Laporan tersebut disampaikan oleh pengurus Partai Demokrat yang hadir dalam pertemuan dengan Moeldoko di Hotel Aston Rasuna Jakarta.


Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengatakan, pertemuan Moeldoko dengan pengurus Partai Demokrat bukan cuma sekali, tapi dua kali.


“Itu laporan dari kader-kader kami yang ditemui Pak Moeldoko di Hotel Aston. Bukan cuma sekali (pertemuan), ada dua kali,” jelas Andi.


Dalam pertemuan itu, kata Andi, Moeldoko menyatakan siap memimpin Partai Demokrat menggantikan AHY.


“Dia (Moeldoko) kemudian mengatakan bahwa dia siap unuk mengambil alih Partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB), lalu kemudian sudah direstui oleh Pak Joko, pak lurah katanya,” sebut Andi.


“Nah bagi kami, yang jadi persoalan itu ada elemen kekuasaan yang dari luar (Demokrat) ini yang mencoba mengambil (Demokrat),” tambahnya.


Menurut Andi, kader Demokrat yang dihubungi untuk datang ke Hotel Aston Rasuna cukup banyak, tetapi yang datang hanya 9 orang ditambah satu orang pimpinan DPP Partai Demokrat.


Dikatakan Andi, beberapa pengurus Demokrat memenuhi undangan itu karena diiming-imingi bantuan bencana, bantuan penanggulangan covid-19, dan bantuan penanggulangan krisi ekonomi.


“Sampai di sini (Hotel Aston) ketemu dengan Pak Moeldoko, lalu kemudian bicaranya soal KLB. Jadi siap-siap untuk mengambilalih Ketua Umum Partai Demokrat untuk tujuan presiden pada Pemilu 2024. Itu yang jadi persoalan,” ucap Andi.


“Jadi bukan persoalan internalnya (Partai Demokrat), tapi persoalan elemen kekuasaannya. Ini gaya Orde Baru. Zaman dulu begini ini,” pungkas Andi Mallarangeng. [Democrazy/psid]