Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 08 Februari 2021

Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif

Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif

Andi-Mallarangeng-Sandingkan-Moeldoko-dengan-Sumanto-Populer-tapi-Negatif

DEMOCRAZY.ID - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng merasakan kuatnya simpati dan empati publik kepada Partai Demokrat. 

Bahkan, dirinya mendapatkan pesan dari orang yang lama tak bersua dan juga tidak dikenalnya, memberikan dukungan hingga hendak mendaftar menjadi anggota partai Mercy biru itu.


"Karena itu saya rasa teman teman di Demokrat ini, setelah ini kita perlu membuka pendaftaran atau penjelasan bagaimana mendapar KTA Partai Demokrat, bukan main luar biasa sentimen positif," kata Andi dalam webinar yang bertajuk "Prahara Hostile Take Over Partai Politik dalam Arena Demokrasi", Minggu (7/2/2021) malam.


Kemudian, sambung Andi, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang berencana mengambil alih Demokrat pun popularitasnya naik. 


Hanya, popularitas Moeldoko ini sentimennya negatif, berbeda dengan Demokrat yang juga terkenal tapi mendapatkan sentimen positif.


Baca juga: Andi Mallarangeng: Di Myanmar Jenderal Mengkudeta Presiden, di Indonesia Jenderal Mau Mengkudeta Mayor


"Dalam bahasa Inggris, ada yang namanya kalau terkenal dan positif namanya famous atau popular, tapi ada juga dalam bahasa Inggris terkenal tapi jelek namanya notorious. Nah, Moeldoko ini notorious kalau Demokrat famous," ujarnya.


"Bedanya di situ, itu orang terkenal jahat itu namanya notorious, penjahat-penjahat kalau dulu namanya Sumanto, kanibalisme, nah itu notorious, semua orang tahu tapi negatif," kata Andi.


Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini, simpati dan empati masyarakat membuat polling Partai Demokrat meningkat, dari 11-12% kini meningkat menjadi sekitar 13-15%. 


Namun, ditegaskan bahwa ini bukan lantaran Demokrat playing victim.


"Tapi karena kita melawan, melawan elemen kekuasaan, karena kita berani, karena orang melihat hope pada Demokrat, harapan bahwa ada partai berani membela rakyat berhadapan dengan kekuasaan, berani mempertahankan marwahnya membela di hadapan elemen kekuasaan," kata Andi.


"Kita adalah air yang terus memgalir dan dia (Moeldoko) adalah batu yang akan dikikis oleh air," katanya.


Lebih dari itu, Andi mengatakan bahwa publik punya harapan dengan Partai Demokrat, dan dengan figur AHY yang memang bisa memberi harapan, sehingga sudah saatnya Demokrat bangkit.


"Memang saatnya Demokrat bangkit lagi dan kalau bangkit lagi, memang rakyat melihat ini partai yang cocok yang selalu konsisiten membela rakyat tidak takut dengan kekuasaan," katanya. [Democrazy/sdnws]