-->

Breaking

logo

Jumat, 19 Februari 2021

AHY Makin Terdesak, Pendiri dan Senior Berkumpul Desak KLB Demokrat, Lihat Nih Fotonya!

AHY Makin Terdesak, Pendiri dan Senior Berkumpul Desak KLB Demokrat, Lihat Nih Fotonya!

AHY-Makin-Terdesak-Pendiri-dan-Senior-Berkumpul-Desak-KLB-Demokrat-Lihat-Nih-Fotonya

DEMOCRAZY.ID - Suara dan desakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat meminta agar Demokrat tidak lagi dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin kencang berhembus.

Bahkan, para senior dan pendiri partai berlambang bintang mercy itu sudah berkumpul untuk membahas masa depan partai yang didirikan dan dibesarkannya.


Hadir dalam pertemuan tersebut Subur Budhisantoso sebagai pendiri dan ketua umum pertama Partai Demokrat.


Lalu Umar Said selaku mantan sekjen dan senior, I Wayan Sugiana sebagai pendiri dan senior.


Juga Jhoni Allen Marbun sebagai Majelis Tinggi dan senior serta Agus Abubakar sebagai kader senior Demokrat.


Pertemuan itu digelar di Jakarta pada Kamis (18/2/2021) kemarin.


Demikian disampaikan politikus senior Partai Demokrat, Darmizal dalam keterangannya, Jumat (19/2/2021).


AHY-Makin-Terdesak-Pendiri-dan-Senior-Berkumpul-Desak-KLB-Demokrat-Lihat-Nih-Fotonya

“Hari ini kami melaksanakan pertemuan antara pendiri Partai Demokrat dan senior untuk membahas krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan terhadap Ketua Umum AHY,” ujarnya.


Darmizal menyatakan, pertemuan itu menyimpulkan bahwa disepakati harus segera digelar KLB Partai Demokrat.


“Untuk memilih Ketua Umum yang baru yang dianggap mampu dan memiliki kapasitas dan membawa Partai Demokrat disukai masyarakat Indonesia serta membuat besar,” sambungnya.


Sebelumnya, senior Partai Demokrat Jawa Barat Yan Rizal Usman menyatakan, Kongres Maret 2020 yang mengangkat AHY sebagai Ketua Umum sebetulnya cacat prosedur.


Bahkan, ia menegaskan Kongres 2020 itu penuh rekayasa dan tidak taat azas.


“Kongres Maret 2020 tanpa ada laporan pertanggung jawaban Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan kata lain, tidak melengkapi layaknya persidangan partai politik,” katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (15/2).


Menurutnya, hal ini berbeda saat KLB Partai Demokrat pada 2013 atas Ketua Umum Anas Urbaningrum yang kemudian digantikan oleh SBY, saat itu Presiden RI periode kedua.


“Karena itu wajar kalau ada tuntutan KLB. Sebab ada hal-hal mendasar yang mendorong munculnya keinginan untuk menggelar KLB. Partai Demokrat perlu hadirkan penyelamat partai untuk atasi kondisi terpuruk seperti ini,” kata Yan Rizal. [Democrazy/pjst]