-->

Breaking

logo

Rabu, 17 Februari 2021

6 Ulama yang Ditangkap Pemerintah Arab Saudi

6 Ulama yang Ditangkap Pemerintah Arab Saudi

6-Ulama-yang-Ditangkap-Pemerintah-Arab-Saudi

DEMOCRAZY.ID - Arab Saudi sejauh ini telah menangkap setidaknya empat ulama yang dianggap mengancam kekuasaan kerajaan. 

Yang terbaru, kerajaan Saudi mengerahkan 20 intelijen untuk menangkap ulama perempuan Aisha Al Muhajirri ditangkap di kediamannya karena berdakawah dan mengajar ngaji.


Menurut Prisoners of Conscience yang melaporkan penangkapan dan penindasan pemerintah Saudi terhadap aktivis, Al Muhajiri ditangkap bersama tokoh masyarakat dan dua wanita lainnya. 


Selain Al Muhajirri, berikut deretan ulama yang sebelumnya ditangkap otoritas Arab Saudi.


Sheikh Abdullah Basar


Ia adalah qari (pembaca Alquran) yang ditangkap pada Agustus 2020 lalu. 


Basfar ditahan di Prisoners of Conscience (PoC), namun tidak disebutkan alasan penahanannya.


Sebagian orang menganggap penahanan itu sebagai tindakan keras atas dugaan ekstrimisme di kerajaan. 


Upaya tersebut, sejalan dengan rencana Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman yang akan menghapus identitas agama di Arab Saudi.


Dilansir Middle East Monitor, Basfar merupakan seorang profesor di Departemen Syariah dan Kajian Islam di King Abdul Aziz University di Jeddah. Dia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.


Sheikh Saud Al Funaisan


Al Funaisan juga ditangkap pada bulan Maret 2020. Tak berbeda dengan Basfar, penangkapan Al Funaisan diduga sebagai bagian tindakan ekstrimisme di kerajan Saudi.


Ia merupakan seorang profesor universitas dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Al Imam di Riyadh.


Saleh Al Tabib


Pada Agustus 2018, Arab Saudi dikabarkan menangkap Saleh Al Tabib lantaran khtobahnya yang dinilai mengkritik kebijakan kerajaan.


PoC menyebut Talib menyampaikan ceramah yang menyebut Islam harus melawan godaan-godaan setan dalam lingkup masyarakat, termasuk godaan berkumpul antara kaum laki-laki dan perempuan di tempat publik.


Berdasarkan laporan Khaleej Online, dalam khotbahnya, Talib mengkritik kebijakan yang mulai mengizinkan kaum perempuan dan laki-laki berkumpul di acara-acara publik seperti festival musik hingga pertandingan olahraga.


Sulaiman Dweesh


Pada 206, salah satu cendekiawan terkemuka, Sulaiman Dweesh juga ditangkap setelah mengkritik Pangeran Mohammed. 


Seminggu sebelum penangkapan Talib, Dweesh dikabarkan tewas akibat disiksa selama berada dalam penahanan otoritas Saudi.


Sheikh Salman Al-Awdaa


Awda merupakan salah satu orang yang ditangkap otoritas Saudi dalam penggerebekan terhadap penentang pemerintah, pada September 2017.


Kelompok pemerhati HAM, Amnesty Internasional menyatakan Awda ditangkap tak lama setelah mengunggah pendapatnya di Twitter, mendukung laporan yang memuat kemungkinan rekonsiliasi antara Saudi dan Qatar.


Sejak Juni 2017, Saudi menutup huungan diplomatik, ekonomi dan segala akses yang berhubungan dengan Qatar.


Awda sempat dibawa ke rumah sakit setelah hampir lima bulan ditahan di penjara isolasi. 


Oleh otoritas Saudi, pihak keluarganya tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Awda sejak ditahan. [Democrazy/cnn]