-->

Breaking

logo

Kamis, 28 Januari 2021

Ya Ampun! Hanya Gara-gara Ayam, Prajurit TNI Dihajar Preman Hingga Pingsan Berhari-hari

Ya Ampun! Hanya Gara-gara Ayam, Prajurit TNI Dihajar Preman Hingga Pingsan Berhari-hari

Ya-Ampun-Hanya-Gara-gara-Ayam-Prajurit-TNI-Dihajar-Preman-Hingga-Pingsan-Berhari-hari
DEMOCRAZY.ID - Prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) kritis setelah dikeroyok dua preman kambuhan di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, Kamis 28 Januari 2021, prajurit TNI AD yang dihajar dua preman kambuhan itu bernama Sersan Satu Melddy Mangeke.


Prajurit TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1310-02/Lembeh, Kodim 1310/Bitung dianiaya secara membabi buta di tempat hiburan Karaoke dan Pub Sarona Manembo-Nembo.


Penganiayaan sadis terhadap Sertu Melddy terjadi pada Senin 25 Januari 2021, berawal dari masalah sepele. 


Ketika itu korban menegur kedua pelaku, karena membawa ayam jago ke dalam ruangan tempat hiburan tersebut.


Kedua pelaku yang belakangan terungkap bernama Ishak Tambani dan Martisen Tambani tak terima dengan teguran itu. 


Mereka berdua pun langsung menghajar Sertu Melddy.


Korban dihajar tanpa ampun hingga terkapar dan tak sadarkan diri di lokasi. 


Puas melakukan perbuatan itu, kedua pelaku pergi begitu saja meninggalkan korban.


Akibat penganiayaan itu, Sertu Melddy dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bitung. 


Namun karena kondisinya kritis akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Dr R D Kandou Manado.


Sementara itu terkait kasus ini, Komandan Kodim 1310/Bitung Letnan Kolonel Benny Lesmana mengatakan TNI AD menyerahkan proses hukum ke jajaran Polres Bitung.


"Kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, untuk itu kami serahkan proses hukum kasus ini ke jajaran Polres Bitung," kata Dandim.


Saat ini kedua pelaku sudah diringkus dan mendekam di ruang tahanan Markas Polres Bitung. 


Sedangkan korban belum sadarkan diri di ruang perawatan. [Democrazy/vv]