-->

Breaking

logo

Rabu, 27 Januari 2021

WHO Akhirnya Dobrak 'Pintu' China untuk Gelar Penyelidikan, Kecurigaan Covid-19 Sengaja Disebar Mencuat Lagi

WHO Akhirnya Dobrak 'Pintu' China untuk Gelar Penyelidikan, Kecurigaan Covid-19 Sengaja Disebar Mencuat Lagi

WHO-Akhirnya-Dobrak-Pintu-China-untuk-Gelar-Penyelidikan-Kecurigaan-Covid-19-Sengaja-Disebar-Mencuat-Lagi
DEMOCRAZY.ID - Virus corona mulai menyebar akhir Desember 2019 dan diyakini berasal dari pasar seafood Huanan di Wuhan.

Sejak kemunculan virus corona yang membawa penyakit Covid-19, dunia terus menyoroti China terkhusus wilayah Wuhan.


Beberapa negara bahkan mendesak agar China bersedia membuka 'pintu' untuk digelarnya penyelidikan internasional guna meneliti bagaimana virus corona berkembang.


Namun, pemerintah China sempat menolak penyelidikan internasional itu di negaranya dengan dalih terendusnya modus politis.


Keputusan tersebut diambil China usai pemerintahan Trump menyalahkan Beijing atas virus corona yang menjangkit dunia.


Setelah berbulan-bulan bernegosiasi, China akhirnya menyetujui kunjungan para peneliti WHO di bawah naungan badan PBB.


WHO akhirnya mengunjungi Wuhan untuk misi ilmiah menyelidiki asal-usul virus dan penyebarannya.


Namun, kedatangan WHO ke Wuhan juga telah menghidupkan kembali kontroversi mengenai apakah China membiarkan virus itu menyebar secara global dengan bereaksi terlalu lambat pada hari-hari awal.


Panel WHO, mencoba untuk menentukan asal usul virus corona, tiba di Wuhan pada 14 Januari dan mengadakan konferensi online dengan rekan-rekan China selama karantina dua minggu sebelum mulai bekerja di lapangan.


Sejak awal, pejabat WHO telah berusaha untuk mendapatkan lebih banyak kerja sama dari China meski dengan keberhasilan yang terbatas.


Rekaman audio pertemuan internal WHO yang diperoleh The Associated Press dan disiarkan untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa meskipun WHO memuji China di depan umum, para pejabat mengeluh secara pribadi karena tidak mendapatkan informasi yang cukup.


Pihak China sangat membatasi akses informasi mengenai studi asal usul virus dan penyebarannya.


China terkesan tengah menutupi satu fakta penting.


Badan PBB tidak memiliki kekuatan penegakan hukum, sehingga harus bergantung pada niat baik negara anggota.


Keiji Fukuda, pakar kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, mengatakan kunjungan tersebut adalah misi membangun citra selain misi ilmiah.


China ingin tampil transparan dan WHO ingin menunjukkannya mengambil tindakan.


Awal bulan ini, kepala darurat WHO Mike Ryan mengatakan itu adalah tugas yang sulit untuk menentukan asal-usulnya dan dibutuhkan dua atau tiga atau empat upaya untuk dapat melakukannya. [Democrazy/pkry]