-->

Breaking

logo

Jumat, 01 Januari 2021

Soal Sri Mulyani Curhat ke IMF, Rocky Gerung: Biar Presiden Sadar Keuangan Negara Sudah Gawat!

Soal Sri Mulyani Curhat ke IMF, Rocky Gerung: Biar Presiden Sadar Keuangan Negara Sudah Gawat!

Soal Sri Mulyani Curhat ke IMF, Rocky Gerung: Biar Presiden Sadar Keuangan Negara Sudah Gawat!
DEMOCRAZY.ID - Pengamat Politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan atas curhatnya Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Dana Moneter Internasional / International Monetary Fund (IMF) lantaran ada menteri di kabinet yang melakukan korupsi.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa dirinya mengerti atas situasi sulit Sri Mulyani yang menurut Rocky selalu dituduh terus lantaran tidak mampu memutuskan sesuatu yang berbasis kepentingan publik.


Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, yang menurutnya curhatan Sri Mulyani ditujukan untuk menyadarkan Presiden Jokowi.


“Saya banyangkan Sri Mulyani, dia udah gak tahu mau ngapain. Kan dia dituduh terus, tidak mampu memutuskan sesuatu yang betul-betul berbasis pada kepentingan publik sehingga disebut sebagai ratu hutang,” ujar Rocky Gerung dikutip Jurnal Presisi dalam YouTube pribadinya pada Jumat, 1 Januari 2021.


Rocky melanjutkan, bahwa sebetulnya tidak mempersoalkan mengenai berhutang, tetapi lebh kepada kemampuan untuk membayar hutang.


Menurut Rocky, Presiden sudah melanggar batas-batas asumsi hutang tersebut sehingga gagal terus.


“Sebetulnya, curhat dari Sri Mulyani itu ditujukan kepada Presiden Jokowi melalui mulut atau kuping IMF, kan nggak mungkin Sri Mulyani curhat langsung ke Presiden kan, paling nggak lewat Menko juga, tapi itu bertele-tele,” imbuhnya.


“Lalu dia pilih curhat ke IMF supaya IMF itu ngoceh, supaya ocehan IMF didengan oleh presiden. Kan itu konyol juga sebetulnya. Kenapa nggak bikin nota pribadi aja ke presiden,” tuturnya.


Lebih lanjut, Rocky mengungkapkan memang terlihat kabinet ini sudah gagal, sehingga supaya teguran tersebut tidak langsung diberikan kepada presiden, maka dia (Sri Mulyani) meminta IMF untuk menegur Presiden.


Rocky menilai hal ini memperlihatkan buruknya komunikasi politik yang ada didalam kabinet, sehingga menurut Rocky setelah curhat ke IMF tersebut Sri Mulyani mestinya melaporkan kepada Presiden.


“Setelah selesai curhat ke Presiden, dia (Sri Mulyani) mestinya lapor ke Presiden, ‘bos saya habis curhat ke IMF’ supaya Presiden menanggapi itu, supaya publik tahu bahwa Sri Mulyani ngadu pada internasional, begitu kan. Kan kita malu juga karena seharusnya nggak ngadu pada bosnya aja kenapa ngadu ke publik dunia. Nah itu bagian buruk dari komunikasi pilitik dalam kabinet,” jelasnya.


Sebelumnya, Sri Mulyani dalam suatu acara seminar mengungkapkan kepada IMF lantaran menteri dalam kabinet Jokowi telah melakukan korupsi dan menyebut ada orang yang menginginkan keuntungan tidak pada tempatnya.


“Situasi darurat kita ketahui selalu ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dan melanggar moral hazard dengan korupsi,” kata Sri Mulyani dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan dan Internasional Budgeting Partership (IBP).


Sri Mulyani juga mengatakan terkait menteri dalam kabinet yang baru saja diringkus pihak berwenang lantaran kasus korupsi.


“Apa yangv terjadi di Indonesia, dimana kita memiliki satu menteri yang baru saja tertangkap karena kasus korupsi,” imbuhnya. [Democrazy/jrps]