-->

Breaking

logo

Senin, 11 Januari 2021

Soal Mensos Risma, Akademisi: Kalau Hanya Fokus Gimmick, Target Utama Udah Pasti Gubernur DKI 2022!

Soal Mensos Risma, Akademisi: Kalau Hanya Fokus Gimmick, Target Utama Udah Pasti Gubernur DKI 2022!

Soal Mensos Risma, Akademisi: Kalau Hanya Fokus Gimmick, Target Utama Udah Pasti Gubernur DKI 2022!
DEMOCRAZY.ID - Nama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kini menjadi perbincangan terkait kinerjanya yang menuai pro kontra. 

Terkaitk hal tersebut Akademisi dari Universitas Paramadina A Khoirul Umam menyarankan agar Risma fokus sebagai mengemban tugasnya sebagai Mensos. 


Dosen Ilmu Politik & International Studies itu mengatakan cara kerja yang dilakukan oleh Mensos Risma haruslah memiliki orientasi yang jelas. 


"Risma sebaiknya fokus saja pada tupoksinya sebagai Mensos yang sebelumnya dijabat kader PDIP yang terkoreksi karena korupsi. Blusukan boleh-boleh saja untuk belanja masalah di lapangan, tetapi blusukan harus punya orientasi yang jelas untuk perbaikan kinerjanya sebagai Mensos," kata Khorul Senin, 11 Januari 2021.


Menurut dia Risma harus sadar, yang terpenting untuk dilakukan sebagai Mensos adalah memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos), dan perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa bansos.


Selain itu, penting pula untuk memperbaiki transparansi serta akuntabilitas bansos yang selama ini rentan korupsi dan menjadi sapi perah kekuasaan.


Terlebih jangkauan kinerja Mensos itu bukan hanya di DKI Jakarta saja, tapi lebih luas, di tingkat nasional.


Kalau kinerjanya direduksi hanya fokus dan membuat gimmick pemberitaan di level DKI Jakarta saja, maka seolah kata dia itu mengkonfirmasi bahwa posisinya sebagai Mensos hanya sebatas "target antara" yang dijadikan sebagai batu loncatan menuju "target utama" sebagai posisi Gubernur DKI Jakarta 2022-2027.


"Jadi sebaiknya fokus pada kerja Mensos, ini posisi penting di tengah kuatnya tekanan ekonomi masyarakat akibat pandemi," ujarnya.


Menurut Khoirul, kalau blusukan itu lebih banyak dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan dukungan politik menuju target politik praktis, maka kredibilitas Risma justru berpeluang terdegradasi. [Democrazy/jrps]