-->

Breaking

logo

Sabtu, 02 Januari 2021

Ramalkan Politik Indonesia 2021 Akan Banyak Tokoh Nyinyir, Ki Kusumo: Banyak Otot Dibandingkan Otak

Ramalkan Politik Indonesia 2021 Akan Banyak Tokoh Nyinyir, Ki Kusumo: Banyak Otot Dibandingkan Otak

Ramalkan Politik Indonesia 2021 Akan Banyak Tokoh Nyinyir, Ki Kusumo: Banyak Otot Dibandingkan Otak
DEMOCRAZY.ID - Salah satu Paranormal ternama Indonesia, Ki Kusumo meramalkan situasi politik Indonesia pada tahun 2021.

Dalam hal ini dia megungkapkan bahwa, akan banyak tokoh-tokoh yang muncul dan disebutnya sebagai tukang nyinyir, dan suka mengoreksi orang lain.


“Di tahun kerbau 2021, bnyak tokoh-tokoh yang disebut sebagi tukang nyinyir, tukang mengoreksi orang lain, padahal sendiri itu tidak bisa akan tenggelam, yang akan muncul di tahun 2021 adalah benar-benar tokoh-tokoh pekerja bukan cuman bekrjanya pakai mikir, tapai pakai otot,” ujar ki kusumo di akun YouTube Ganjil Misteri, pada 16 Desember 2020.


“Jadi tahun ini benar-benar, tahun yang merupakan, tahun kerja keras, menggarap baru, mengoreksi baru, shingga terjadi, perbaikan, terutama dari sisi perekonomian,” imbuhnya.


Selanjutnya, Ki kusumo menjelaskan, jika dilihat dari sudut pandang politik, dan yang muncul adalah simbol kerbau, artinya banyak orang akan kehilangan akal sehat, dan orang banyak yang pikirannya ngeblank.


“Kemudian dari sisi politik, namanya symbol yang muncul itu adalah kerbau, kerbau itu kalau kita gambarkan, banyak orang yang kehilangan akal sehat, banyak orang yang pola berfikirnya menjadi ngebalank, ya kalau simbolnya kerbau kurang lebih begitu,” jelasnya.


Kemudian dia menegaskan, di tahun ini akan banyak orang yang menggunakan ototnya daripada otaknya, dan hal tersebut bisa menyebabkan sebuah kekisruhan.


Hal tersebut diakibatkan karena, orang-orang tidak bisa mengendalikan diri dan mengontrol otaknya.


“Banyak ototnya dibandingkan otaknya, kadang-kadang saya melihat disini, bisa terjadi beberapa kekisruhan, dan itu terjadinya karna tidak bisa mengendalikan, diri tidak bisa mengontrol otak, bagaimana jika tokoh-tokoh, yang luar biasa diatas sana kemudain mereka bersikukuh masing-masing berbeda pendapat dan akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat,” tegasnya.


“Yang terjadi adalah adu otot, bukan adu konsep dan otak tapi adu otot, banyk resiko yang terjadi di tahun 2021,” pungkasnya. [Democrazy/jrps]