-->

Breaking

logo

Sabtu, 30 Januari 2021

PKS & Demokrat Kompak Lontarkan Kritik Risma Usai Datangkan 'Juru Masak Profesional' untuk Latih Pemulung

PKS & Demokrat Kompak Lontarkan Kritik Risma Usai Datangkan 'Juru Masak Profesional' untuk Latih Pemulung

PKS-dan-Demokrat-Kompak-Lontarkan-Kritik-Risma-Usai-Datangkan-Juru-Masak-Profesional-untuk-Latih-Pemulung
DEMOCRAZY.ID - PKS menyebut tindakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangkan juru masak demi melatih pemulung membuka usaha kuliner terlalu berlebihan. 

Risma seharusnya lebih fokus mengurus jutaan orang yang terdaftar keluarga penerima manfaat (KPM) dari program keluarga harapan (PKH).


"Bu Menteri kalau mau mengajari keterampilan baiknya tidak perlu repot-repot cari pemulung, cukup saja para calon graduasi dari KPM PKH yang jumlahnya kalau ambil 20% 10 juta KPM PKH," kata Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf, saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).


Bukhori menilai tindakan Risma mendatangkan juru masak bagi para pemulung berlebihan. 


Seharusnya, kata anggota Komisi VIII DPR RI, yang mendapatkan pelatihan terlebih dulu adalah KPM PKH.


"Harusnya yang diberi pelatihan keterampilan terlebih dahulu adalah KPM PKH yang sedang diproyeksikan graduasi yang jumlahnya kalau se-Indonesia 2 jutaan," ucapnya.


Sementara itu Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Demokrat, Nanang Samodra menilai Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sedang bereksperimen dengan mendatangkan juru masak profesional demi melatih pemulung membuka usaha kuliner. 


Namun, menurut Nanang, Risma tidak perlu turun langsung memantau.


"Kalau saya melihat ini, terkesan bahwa Ibu Risma selaku Mensos, sedang mempelajari sekaligus bereksperimen dalam menangani para pemulung. Hal ini bagus untuk konsumsi publikasi," kata Nanang saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).


Nanang tidak mempermasalahkan eksperimen tersebut. Namun dia mengingatkan agar Risma jangan sampai melupakan tugas-tugas pokok lainnya.


"Saya hanya ingin mengingatkan dengan adanya kegiatan eksperimen ini jangan sampai melupakan tugas-tugas pokoknya, seperti penataan DTKS, menangani bencana, dan menuntaskan RUU Bencana Alam," ucapnya.


Tak hanya itu, Nanang juga beranggapan seharusnya eksperimen yang dilakukan Risma ini bisa dilakukan oleh Badan Litbang di Kemensos. 


Menurutnya, berlebihan jika Risma yang langsung turun tangan mengurus pemulung.


"Namanya juga bereksperimen, tidak dibatasi oleh ukuran waktu dan biaya, sehingga tidak bisa diukur efektivitasnya. Hanya saja, kalau skalanya eksperimen biarlah yang mengerjakan Badan Litbang yang ada di Kemensos, karena itu memang tugas pokoknya. Tidak perlu sampai menteri langsung yang turun tangan," ujar Nanang.


Seperti diketahui, Kementerian Sosial menggelar pelatihan keterampilan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pemulung yang tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. 


Para pemulung dilatih memasak oleh juru masak profesional.


Pelatihan keterampilan memasak ini didatangkan dari Surabaya Hotel School. 


Pelatihan memasak digelar 6 hari selama 26-31 Januari 2021 yang didampingi oleh 9 instruktur untuk bekal membuka usaha kuliner. Pelatihan ini diikuti 30 peserta dari PPKS maupun unsur balai.


"Kegiatan ini untuk memotivasi penerima manfaat agar mampu mengolah makanan dengan baik dan benar. Nantinya mereka mempunyai bekal yang cukup membuat usaha kuliner secara mandiri," ungkap Menteri Sosial RI Tri Rismaharini di gedung serbaguna Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Selasa (26/1) dalam keterangan yang diterima, Jumat (29/1/2021). [Democrazy/dtk]