-->

Breaking

logo

Kamis, 28 Januari 2021

Natalius Pigai: Kok Saya Dibilang Menghina Jawa? Itu Kan Kritik

Natalius Pigai: Kok Saya Dibilang Menghina Jawa? Itu Kan Kritik

Natalius-Pigai-Kok-Saya-Dibilang-Menghina-Jawa-Itu-Kan-Kritik
DEMOCRAZY.ID - Natalius Pigai angkat bicara setelah media sosial ramai tagar #PigaiHinaSukuJawa dan menyebutnya juga melakukan tindakan rasis.

Namun, hal itu dibantah sendiri oleh Pigai melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (28/1/2021) siang.


Dalam cuitannya, Pigai menyatakan bahwa dirinya tidak lebih hanya melontarkan kritik.


Ada dua tangkapan layar yang juga diunggahnya.


Yakni video Youtube podcast dirinya yang diunggah oleh akun Youtube Macan Idealis.


“Saya kritik kegagalan sistem politik dan dampaknya dan perubahan UU Pemilu yang Pancasila dan Bhineka,” tulis Natalius Pigai.


Mantan komisioner Komnas HAM ini juga menyebut bahwa publik menyukai video tersebut.


Hal itu terlihat dari jumlah warganet yang menekan tombol ‘like’ di bawah video tersebut.


“Yang like video 590 orang dan dislike cuma 28 orang,” sambungnya.


Pigai juga mengaku heran dari video itu kemudian ia disebut telah menghina suku Jawa.


Sebaliknya, apa yang ia lontarkan dalam video tersebut tidak lebih dari sekedar kritik.


“Ko saya dibilang hina Jawa? Itu kritik bukan hina,” tegasnya.


Hanya saja, ia menyoroti perjalanan bangsa Indonesia selama ini yang selalu dipimpin oleh orang dari Suku Jawa.


“Misal: by design hanya 1 suku pimpin 74 tahun,” kata dia.


Terkait potongan video yang banyak beredar di media sosial tentang pernyataan yang menyebut orang selain suku Jawa adalah babu, juga disebutnya bukan hinaan.


“Saya dengan tanya apa orang luar Jawa itu babu? Mana hinanya?” tandas Pigai.


Untuk diketahui, kasus rasisme Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai ini cukup ramai diperbincangkan di media sosial.


Bahkan sejak Kamis (28/1) pagi, tagar #PigaiHinaSukuJawa juga ramai seliweran.


Publik pun menilai Natalius Pigai sengaja memainkan isu rasisme sebagai ‘senjatanya’.


Namun, publik juga membeberkan jejak digital Pigai yang juga dinilai melakukan tindakan rasis, utamanya kepada suku Jawa.


Salah satunya adalah banyak beredarnya tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Wapres Minta Maaf karena Sulit Tangani Corona, Natalius Pigai: Orang Jawa Tidak Mungkin Minta Maaf’.


Pemberitaan itu mengutip salah satu cuitan Natalius Pigai pada Jumat (22/5/2020) melalui akun @NataliusPigai2.


Cuitan Natalius Pigai itu menanggapi permintaan maaf Wakil Presiden Ma’ruf Amin karena merasa belum optimal dalam penanggulangan pandemi Covid-19.


Namun, Pigai menduga bahwa permintaan maaf itu bukan berasal dari Ma’ruf Amin, melainkan Presiden Jokowi.


Sebab menurutnya, orang Jawa tidak mungkin menyampaikan permintaan maaf.


“Sebagai orang Jawa tidak mungkin minta Maaf. Kata Maaf yang dari Wapres bisa saja dari Jokowi,” tulisnya.


Natalius Pigai juga menilai, permintaan maaf itu berarti bahwa pimpinan negara sudah tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugasnya.


“Ini jadi dasar Jokowi-Ma’ruf nyatakan tidak mampu jalankan amanat konstutusi,” sambungnya.


Karena itu, ia mendesak MPR RI mempertegas hal itu kepada Jokowi langsung.


Itu perlu dilakukan untuk memastikan keberlangsungkan bangsa dan negara Indonesia.


“MPR mesti bertanya ke Jokowi apa masih mampu memimpin Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara,” tandas cuitan tersebut. [Democrazy/psid]