-->

Breaking

logo

Rabu, 27 Januari 2021

Miris! Dua Anak Papua Berobat di Pos Satgas Perbatasan Papua Nugini Tanpa Peralatan Medis Memadai

Miris! Dua Anak Papua Berobat di Pos Satgas Perbatasan Papua Nugini Tanpa Peralatan Medis Memadai

Miris-Dua-Anak-Papua-Berobat-di-Pos-Satgas-Perbatasan-Papua-Nugini-Tanpa-Peralatan-Medis-Memadai
DEMOCRAZY.ID - Dua anak Papua yang berasal dari Kampung Skofro Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom bernama Anis Seleman (10) dan Suhun Diki (6), dirawat di Pos Kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad yang terdiagnosa positif terkena penyait Malaria.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.


"Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh Komandan Pos Skofro Lama melalui radio, bahwa mereka saat ini tengah merawat dua anak yang terdiagnosa penyakit Malaria setelah dilakukan rapid diagnotic test (RDT) oleh personel Kesehatan Pos Skofro Lama," ujar Mayor Anggun, Rabu (27/1).


"Sudah saya berikan arahan kepada Pos Skofro Lama agar memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sehingga mereka lekas sembuh,” imbuhnya.


Pos Satgas Pamtas RI-PNG itu tampak seadanya hanya terbuat dari bangunan kayu mirip seperti gazebo yang sudah reot, tanpa adanya peralatan medis lengkap untuk memberikan bantuan medis kepada masyarakat Papua di perbatasan yang mengalami penyakit.


Ditambahkan oleh Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama, bahwa selama ini posnya sering dijadikan alternatif utama masyarakat sebagai tempat untuk berobat dengan segala keluhan.


"Banyak sekali masyarakat yang datang ke Pos untuk berobat. Kami maklumi karena untuk menjangkau puskesmas terdekat harus mereka jangka sekitar 2 jam perjalanan, sehingga mereka memutuskan untuk berobat di Pos," katanya.


"Dan hari ini kami menerima dua pasien anak yang terdiagnosa Malaria, dengan cepat kami tangani dan memberikan cairan Infus agar kondisi tubuhnya tetap stabil,” jelasnya.


Setelah masing-masing dari mereka menghabiskan satu botol cairan infus, kata Adhi, kondisinya mulai membaik dan suhu badan mulai turun karena cairan Infus yang dicampur parecetamol.


Melihat anak-anaknya mulai membaik dari penyakit malaria, Isabet Seleman (28) mengaku sangat senang dan berterimakasih kepada Satgas Pos Skofro Lama.


“Puji Tuhan, semoga anak kesayangan saya cepat sembuh dari sakitnya, serta abang-abang Satgas diberikan kesehatan selalu,” kata Elisabet senang.  [Democrazy/rmol]