-->

Breaking

logo

Senin, 11 Januari 2021

Kecam Pembakaran Ponpes Al-Furqon, KAM Minta Kapolri Tidak Tinggalkan Catatan Buruk di Akhir Jabatan

Kecam Pembakaran Ponpes Al-Furqon, KAM Minta Kapolri Tidak Tinggalkan Catatan Buruk di Akhir Jabatan

Kecam Pembakaran Ponpes Al-Furqon, KAM Minta Kapolri Tidak Tinggalkan Catatan Buruk di Akhir Jabatan

DEMOCRAZY.ID - Di sisa masa jabatan Kapolri Jenderal Idham Azis yang tinggal hitungan hari, Polri harus bisa menangkap pelaku dan motif pembakaran di Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cabang Laren, Lamongan, Jawa Timur.


Pembakaran yang terjadi dua kali itu dilakukan oleh orang tidak dikenal. Aksi pembakaran pertama terjadi pada Jumat (1/1) sekitar pukul 12.00 WIB di asrama santri laki-laki saat sedang berlangsung salat Jumat.


Kemudian sepeken berselang, Jumat (8/1), peristiwa kedua terjadi pada waktu yang hampir sama. Kali ini sasarannya asrama santri putri.


Tim Hukum dan HAM serta LBH Muhammadiyah curiga bahwa ada unsur kesengajaan dalam insiden ini.


Koordinator Nasional Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM), Amirullah Hidayat meminta Kapolri harus segera memerintahkan anggotanya untuk menangkap pelaku, karena kasus ini bisa menjadi catatan buruk bagi Idham Aziz di akhir jabatannya.


Amirullah juga menduga pembakaran di Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cabang Laren ada unsur kesengajaan.


"Kalau polisi serius mengusutnya, pasti akan seger ketangkap pelakunya," ujarnya, Senin (11/1).


Apalagi, lanjut Amirullah, pembakaran pesantren ini sangat mengejutkan warga Muhammadiyah di Indonesia.


"Jadi polisi jangan menganggap ini kasus biasa saja, harus ada prioritas dalam pengusutannya. Kapolri harus beri atensi dalam kasus ini," tukas politisi muda PAN itu menambahkan.


Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP sejek pembakaran pertama, termasuk yang kedua Jumat kemarin.


Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung menyatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP untuk menyelidiki peristiwa tersebut.


Nanti, dari olah TKP itu dapat diambil kesimpulan tentang dua peristiwa kebakaran yang terjadi di pesentren tersebut. [Democrazy/rmol]