-->

Breaking

logo

Jumat, 29 Januari 2021

Geger Jenazah Covid-19 Tertukar, Pihak Rumah Sakit Buka Suara

Geger Jenazah Covid-19 Tertukar, Pihak Rumah Sakit Buka Suara

Geger-Jenazah-Covid-19-Tertukar-Pihak-Rumah-Sakit-Buka-Suara
DEMOCRAZY.ID - Insiden tertukarnya jenazah pasien Covid-19 di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang diduga lantaran akibat kesalahan ambil lantaran kelelahan yang dialami tim pemakaman.

Kasubbag Humas RSUD Saiful Anwar Malang Donny Iryan Vebry Prasetyo menyatakan, peristiwa tertukarnya jenazah Covid-19 ini terjadi pada Kamis 28 Januari 2021 kemarin. 


Dimana saat itu ada 6 daftar pemulasaran jenazah pasien Covid-19 di ruang forensik Covid-19 RSUD Saiful Anwar Malang.


"Hari itu ada pemakaman jenazah Covid-19 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 oleh petugas pemakaman PSC Kota malang. Nomor 1 dan 2 sudah aman, nomor 3 - 6 ini, nomor 3 dan 5 itu satu lokasi di pemakaman Sukun, sehingga PSC Kota malang ingin sekali jalan sehingga efektif," ungkap Donny saat ditemui di sela - sela vaksinasi Covid-19 di RSUD Saiful Anwar, Jumat (29/1/2021).


Dari sana disebutkan Donny, keluarga pasien Covid-19 nomor 4 yang berinisial W ini tak terima lantaran prosesi pemulasaran jenazah yang telah selesai. 


Pihak keluarga ingin anggotanya segera dimakamkan tanpa menunggu jenazah nomor 5 yang dimakamkan satu lokasi dengan jenazah nomor 3 yakni di TPU Sukun.


"Keluarga nomor 4 enggak terima yang selesai pemulasaran duluan list-nya juga duluan, kenapa yang didahulukan di TPU Sukun, tapi alasan biar efektif dan efisien, di situ sudah ada sedikit beda pendapat sehingga situasinya panas," tutur Donny.


"Setelah di TPU Sukun selesai (memakamkan jenazah pasien nomor) 3 dan 5, PSC kembali ke RSSA untuk mengambil jenazah nomor 4,untuk dimakamkan di TPU Kasin di sini karena sudah capek panas, dan lain-lain kawan-kawan PSC, sehingga ada missed yang diambil harusnya nomor 4, tapi yang diambil peti jenazah nomor 6," imbuh Donny.


Jenazah tersebut kemudian dibawa oleh ke TPU Kasin, di lokasi saat akan dimakamkan ke liang lahat keluarga jenazah nomor 4 berinisial W ini melihat yang dibawa bukanlah jenazah anggota keluarganya. 


Saat itu jenazah yang dibawa adalah jenazah berinisial S dengan kode nomor 6 yang seharusnya dimakamkan di TPU Balearjosari, Malang.


"Keluarga ini sudah menunggu di Kasin, ternyata yang diambil jenzah nomor 6 sudah mau masuk liang lahat katanya. Akhirnya tambah marah lagi, karena ada salah ambil jenazah tadi, tapi saya belum lihat videonya yang katanya ada pemukulan," tuturnya.


Sebelumnya diberitakan, insiden tertukarnya jenazah Covid-19 membuat pihak keluarga almarhum marah dan memukul seorang tim pemakaman jenazah Covid-19 dari PSC Kota Malang. 


Tim yang diketahui bernama Alfa ini pun mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan tangan yang diduga dilakukan dua orang anggota keluarga korban. [Democrazy/okz]