-->

Breaking

logo

Minggu, 03 Januari 2021

Cerita Mahfud MD dan Ganjar Pranowo Sama-sama Diberi Kacang Hijau Oleh Habib Jafar Al Kaff

Cerita Mahfud MD dan Ganjar Pranowo Sama-sama Diberi Kacang Hijau Oleh Habib Jafar Al Kaff

Cerita Mahfud MD dan Ganjar Pranowo Sama-sama Diberi Kacang Hijau Oleh Habib Jafar Al Kaff
DEMOCRAZY.ID - Kabar duka datang dari ulama khos Nahdlatul Ulama (NU), Habib Ja’far Al Kaff. Habib Ja'far wafat di Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (1/1) dan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah Sabtu (2/1).

Wafatnya Habib Ja’far Al Kaff meninggalkan duka mendalam bagi nahdliyin, masyarakat luas, dan bagi para pejabat dan politisi. 


Dua tokoh yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menko Polhukam) RI Mahfud MD dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo punya cerita unik yang sama saat mengenang almarhum. 


Mahfud MD dan Ganjar sama-sama pernah diberi kacang hijau oleh Habib Ja’far Al Kaff.


Mahfud menceritakan kenangan uniknya lewat akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Sabtu (2/1) malam. 


"Terkenang, saat bersilaturahmi di Ragunan (tempat tinggalnya kalau di Jakarta), saya diberi seplastik kacang hijau mentah,” tutur Mahfud MD.


Mahfud menuturkan, Habib Ja’far Al Kaff meminta dirinya menaburkan kacang hijau yang diberikannya di sekitar rumah dan kantornya. Katanya agar Mahfud banyak yang menjaga. 


"Tabur di keliling rumah dan kantor, agar banyak yang menjaga antum, katanya," kicau Mahfud MD.


Kenangan unik tentang Habib Ja'far Al Kaff juga disampaikan oleh Ganjar. Cerita Ganjar lebih banyak. Ganjar mengungkap sosok yang kerap mengelilingi rumah dinasnya setiap dini hari. 


Setelah ditelusuri, sosok itu juga mengelilingi rumah Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro.


Ganjar akhirnya mengenali sosok yang kerap mengelilingi rumahnya. Karena sosok tersebut mengakui sendiri. 


Dia adalah ulama kharismatik asal Kudus, Habib Ja'far al Kaff. 


"Beliau itu sering mengatakan kepada saya, Pak Gub saya itu sering mengelilingi rumah jenengan (Anda), rumah Kapolda, Pangdam pada pukul 02.00 dini hari," ungkap Ganjar, Sabtu (2/1).


Ganjar pun menanyakan alasan mengapa Habib Ja'far al Kaff mengelilingi sering rumahnya tiap pukul 02.00 WIB dini hari. 


"Beliau jawab ya biar aman saja," kata Ganjar.


Habib Ja'far, tambah Ganjar, penuh dengan simbol-simbol dalam pergaulan sehari-hari. Habib Ja'far kerap menunjukkan perilaku yang penuh misteri. 


Misalnya saat makan bersama jajaran Pemprov Jateng.


"Kalau lagi makan bersama, misalnya makan ayam, beliau itu selalu memotong bagian-bagian tertentu, kepala, sayap, ceker dan dibagi-bagi kepada kami. Beliau memberikan bagian itu sambil bilang, ini buat kamu kepala supaya bisa berpikir, sayap biar bisa terbang ke mana-mana, nah kamu ceker supaya bisa eker-eker rejeki. Saat itu saya dapat bagian sayap, entah apa maksudnya," tutur Ganjar.


Begitu pula saat makan buah-buahan. Saat Ganjar hendak mengambil buah anggur, Habib Ja'far menghalanginya. Ganjar diminta mengambil jeruk.


"Ojo anggur, mengko ndak nganggur (jangan anggur, nanti jadi pengangguran). Jeruk saja, iki artine rejekine dikeruk (rejekinya banyak)," katanya.


Ganjar juga mengatakan pernah sowan ke Habib Ja'far dan pulang diberi hadiah kacang hijau. Serupa dengan Mahfud, Habib meminta menaburkannya di halaman rumah Ganjar.


"Saya sampai sekarang belum mengerti maksud kacang hijau itu. Beliau memang penuh simbol-simbol. Namun di balik sifatnya, orang melihat nyleneh, seperti anak kecil, namun karomahnya luar biasa. Itulah kenapa banyak sekali masyarakat, pejabat, yang ingin sowan ke beliau," ujar politisi PDI Perjuangan ini.


Masyarakat Jateng, lanjut Ganjar, amat kehilangan. Ganjar meminta masyarakat tidak datang ke Kudus bertakziah ke makam lantaran kondisi masih pandemi.


"Harapannya karena masih pandemi, mari kita doakan beliau dari rumah masing-masing. Tentu saya mengucapkan belasungkawa. Beliau ulama kharismatik yang selalu memberikan ketenangan, kalau berbicara adem dan selalu mengajarkan masyarakat tentang cinta tanah air," pungkas Ganjar. [Democrazy/rmco]