-->

Breaking

logo

Senin, 11 Januari 2021

Cerita Calon Penumpang Sriwijaya Air Selamat, Padahal Terdaftar di Manifest

Cerita Calon Penumpang Sriwijaya Air Selamat, Padahal Terdaftar di Manifest

Cerita Calon Penumpang Sriwijaya Air Selamat, Padahal Terdaftar di Manifest
DEMOCRAZY.ID - Perasaan berkecamuk menghampiri hati Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo. Nama mereka terdaftar dalam manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021).

Namun, mereka berhasil selamat dari tragedi tersebut karena tak melampirkan surat tes Covid-19 sesuai standar penumpang pesawat. 


Alhasil, mereka pun batal terbang menggunakan pesawat yang sejatinya akan mengantar mereka ke Pontianak tersebut.


Selain Paulus dan Indra, tiga penumpang lain yang diberi tanda blok kuning dalam manifest adalah Aisah Dewi Handayani, Rifqi Maulana, serta Yulianto.


Paulus menceritakan, awalnya dia hendak berangkat dari Makassar menuju Pontianak. 


Lantaran tidak ada penerbangan langsung, mereka transit di Jakarta.


Karena hanya menggunakan hasil rapid test biasa, mereka tidak diperkenankan melanjutkan penerbangan ke Pontianak. 


Dirinya sempat protes ke maskapai karena pembatalan keberangkatan itu tidak dilakukan langsung di Makassar.


Setelah berdikusi dengan petugas Sriwijaya Air di Bandara Soekarno- Hatta, keduanya diminta untuk penjadwalan ulang (Reschedule) keberangkatan pada Sabtu (9/1/2021).


"Teman saya empat orang itu berangkat tanggal 5 Januari karena punya hasil swab, dan kami dijadwalkan ulang tanggal 9 kemarin," kata Paulus, Minggu (10/1/2021).


Karena harga swab mahal, akhirnya Paulus dan temannya memutuskan untuk berangkat ke Pontianak menggunakan kapal laut. 


Ia baru mengetahui insiden kecelakaan tersebut saat ponselnya mendapat sinyal.


"Kapal sudah mau sandar di pelabuhan baru ada sinyal. Saya liat banyak informasi pesawat Sriwijaya Air yang saya batal naik jatuh. Keluarga dan teman-teman telepon tanya kabar, saya jelaskan batal terbang dan pakai kapal laut ke Pontianak," jelasnya.


Paulus mengatakan, namanya masih tertera dalam manifes pesawat. 


Pasalnya, saat batal berangkat mereka tidak menginformasikan kepada pihak Sriwijaya Air. [Democrazy/sra]