-->

Breaking

logo

Jumat, 29 Januari 2021

Abu Janda Sebut Islam Agama Arogan, Begini Menurut Sejarawan

Abu Janda Sebut Islam Agama Arogan, Begini Menurut Sejarawan

Abu-Janda-Sebut-Islam-Agama-Arogan-Begini-Menurut-Sejarawan
DEMOCRAZY.ID - Sejarawan Islam Tiar Anwar Bachtiar menanggapi cuitan Permadi Arya atau Abu Janda yang viral. 

Dalam cuitannya, Abu Janda menyebut Islam adalah agama arogan dan pendatang dari Arab.


“Kalau kita lihat fakta umum, Islam diterima sebagai agama mayoritas. Ini sudah menandakan Islam pasti sudah diterima oleh masyarakat Indonesia yang beragam budayanya,” kata Tiar, Jumat (29/1).


Tiar mengatakan, ada tiga hal yang perlu dipahami. 


Pertama, jika dilihat dari sejarah, masuknya Islam tidak pernah melalui pertempuran atau penyiksaan. 


Islam datang ke nusantara secara damai. Oleh karena itu, Islam dapat diterima di masyarakat, salah satunya dengan cara dakwah.


Kedua, ajaran Islam selalu menekankan rahmatan lil ‘alamin. Ini berarti Islam diutus untuk kedamaian dan memberikan kasih sayang kepada seluruh alam.


“Tidak masuk akal kalau Islam menyiksa orang. Karakter agama Islam adalah agama rahmat,” ujar dia.


Tugas para dai adalah mubasyiran wa nadziran, termasuk Rasulullah SAW. Artinya, memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan. 


Terkait urusan mau menerima atau tidak, itu urusan setiap individu. Yang jelas, tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama Islam.


Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 256:


Lā ikrāha fid-dīn, qat tabayyanar-rusydu minal-gayy, fa may yakfur biṭ-ṭāgụti wa yu`mim billāhi fa qadistamsaka bil-\'urwatil-wuṡqā lanfiṣāma lahā, wallāhu samī\'un \'alīm. 


“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”


"Dari ayat tersebut jelas terlihat Islam sangat melarang bagi mereka yang mengikuti ajaran Islam dengan terpaksa. Jadi, itu harus dari kesadaran masing-masing," katanya.


Poin terakhir, pandangan Islam terhadap kebudayaan. Sikap ajaran Islam tergantung dari jenis kebudayaannya. 


Jika kebudayaan itu tidak bertentangan dan cocok dengan ajaran Islam, itu akan dibiarkan.


Budaya yang nanti akan ditolak dalam ajaran Islam adalah budaya yang berisi ajaran-ajaran bertentangan dengan ajaran Islam. Misal, ada budaya adat yang isinya kemusyrikan.


“Budaya yang isinya kemusyrikan pasti ditolak. Ini artinya tidak akan dibiarkan, pasti ada amar ma’ruf nahi munkar. Tidak dibiarkan budaya itu berkembang karena kemusyrikan akan memudaratkan masyarakat menjadi tersesat,” ucap dia.


Akan tetapi, jika orang tersebut sudah diperingatkan, dia tahu bahwa itu musyrik, dan tetap melanjutkan, itu sudah urusan dia. 


Sudah kewajiban sebagai Muslim yang taat dan dai untuk menyampaikan.


“Jadi bisa disimpulkan apa yang diucapkan Abu Janda tidak ada dasarnya dan tidak ada landasan argumentasinya,” kata dia. [Democrazy/rep]